JAKARTA, iNews.id - Wakil Presiden Ma’ruf Amin menegaskan, Indonesia tidak akan membangun hubungan diplomatik Israel selama belum ada penyelesaian kemerdekaan Palestina. Hal itu dikatakan Wapres pada acara dialog kebangsaan di Auckland, Selandia Baru, Jumat (1/3/2024).
“Ketika banyak pihak mulai melakukan hubungan diplomatik, di negara Arab sudah mulai juga dan ingin menarik Indonesia, kita tegas Indonesia tidak akan membangun hubungan diplomatik dengan Israel sebelum penyelesaian dilakukan. Penyelesaian yaitu penyelesaian untuk Kemerdekaan Palestina melalui solusi dua negara,” kata Ma'ruf.
Ma'ruf kembali menegaskan, Indonesia mendukung kemerdekaan Palestina sejalan dengan hasil Konferensi Asia Afrika di Bandung tahun 1955. Presiden Indonesia pertama Soekarno atau Bung Karno tegas mendukung kemerdekaan segala bangsa.
“Saya katakan bahwa Indonesia selalu tegas ya, tidak pernah berubah untuk mendukung kemerdekaan bangsa Palestina, itu sejak kita tahun 1955 ya dengan adanya Konferensi Asia Afrika di Bandung sesuai dengan amanat konstitusi kita bahwa kemerdekaan itu adalah hak segala bangsa dan sejak itu Bung Karno berusaha untuk mendukung Kemerdekaan segala bangsa,” ujarnya.
Wapres mengatakan, Indonesia mengecam genosida yang dilakukan Israel terhadap Palestina. Bahkan, saat ini sekitar 30.000 orang menjadi korban.
“Kita memang sekarang menjadi sangat prihatin dengan adanya genosida dan terakhir itu sekitar 30.000 yang menjadi korban bencana kelaparan dan bantuan juga sangat sulit diakses,” kata Ma'ruf.
Indonesia telah mengirim bantuan bahkan juga kapal rumah sakit. Saat ini, Indonesia juga mendorong agar dilakukan gencatan senjata.