Diterpa Disrupsi Digital dan AI, Jurnalisme Justru Makin Dibutuhkan

Yuwantoro Winduajie
Tiga pelaku media tengah membahas nasib jurnalisme di tengah disrupsi digital dan AI di Taman Ismail Marzuki, Minggu (12/4/2026).

JAKARTA, iNews.id - Industri media tengah menghadapi tekanan berat akibat disrupsi digital dan perkembangan kecerdasan buatan (AI). Hal ini berdampak pada penurunan pendapatan hingga merosotnya kepercayaan publik. 

Di tengah situasi tersebut, para pelaku media menilai jurnalisme tetap relevan dan dibutuhkan sebagai sumber informasi yang kredibel. 

Pandangan tersebut mengemuka dalam talkshow “Babak Belur Industri Media: Masihkah Jurnalisme Dibutuhkan?” pada Pesta Media AJI Jakarta 2026 di Teater Wahyu Sihombing, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Minggu (12/4/2026). 

Diskusi ini menghadirkan Ketua Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Wahyu Dhyatmika, Anggota Dewan Pers Abdul Manan, serta Pemimpin Redaksi Konde.co Luviana Ariyanti. 

Menurut Luviana Ariyanti, jurnalisme berperan penting sebagai sumber informasi yang dapat dipercaya terutama dalam situasi krisis. Ia menilai jurnalisme tidak hanya menyajikan informasi, tetapi juga pengetahuan melalui proses verifikasi dan peliputan di lapangan. 

Editor : Puti Aini Yasmin
Artikel Terkait
Nasional
1 hari lalu

Rismon Sianipar Jawab Laporan JK, Beberkan Bukti Videonya Dimanipulasi AI

Megapolitan
2 hari lalu

Pramono Kumpulkan Petugas PPSU Pekan Depan buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI

Gadget
4 hari lalu

Fujifilm Instax Wide 400 Jet Black Jadi Kamera Instan Kekinian di Era AI, Ini Keunikannya

Nasional
4 hari lalu

Cerita Prabowo Videonya Diedit Pakai AI: Saya Pidato Bahasa Mandarin-Arab

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal