JAKARTA, iNews.id - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan mengevaluasi tujuh aspek keselamatan penerbangan setelah helikopter Super Puma H-225 jatuh di perairan Sungai Barito, Kalimantan Selatan. Evaluasi dilakukan untuk memastikan kesiapan armada dan awak pesawat dalam menjalankan misi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Helikopter angkut dengan registrasi VH-HGM tersebut terjatuh di perairan Sungai Barito, Desa Tabatan, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, Minggu (8/11/2026). Insiden terjadi saat helikopter menjalankan misi pemadaman karhutla melalui metode pengeboman air atau water bombing.
Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan evaluasi menyeluruh akan dilakukan mencakup kesiapan teknis dan kelayakan helikopter hingga kompetensi awak pesawat dalam penangan karhutla.
"Pertama, kesiapan teknis dan kelayakan armada helikopter yang digunakan dalam operasi. Kedua, kesiapan dan kompetensi awak pesawat," ujarnya dalam konferensi pers virtual, Minggu (8/11/2026).
BNPB juga akan mengevaluasi prosedur penerbangan selama menjalankan misi pemadaman karhutla. Termasuk mekanisme pengambilan air dari sungai dan pelaksanaan water bombing.