Inovasi E-Break, PHR Hemat Biaya Produksi Balam South hingga Rp29 Miliar

Anindita Trinoviana
Operasi rig pengeboran migas PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) WK Rokan dalam mendukung ketahanan energi nasional. (Foto: dok PHR)

PEKANBARU, iNews.id - PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) berhasil menambah produksi minyak sebesar 149 barel per hari (BOPD) di lapangan Balam South, melalui inovasi teknologi Extended Breakdown (E-Break). Penerapan teknologi ini tidak hanya meningkatkan produksi sumur secara signifikan, tetapi juga menghemat biaya stimulasi operasi hingga lebih dari Rp29,4 miliar, melalui pemangkasan waktu pengerjaan pengeboran dibandingkan metode konvensional.

Aplikasi E-Break diimplementasikan di sumur dengan jenis low quality reservoir (LQR), atau sumur dengan permeabilitas rendah. Secara umum, untuk mengoptimalkan produksi di sumur dengan tipe komplesi tersebut digunakan metode hydraulic fracturing atau perekahan formasi dengan menginjeksikan pasir propant, yaitu butiran pasir khusus yang berfungsi menjaga retakan pada formasi batuan tetap terbuka.

Namun metode ini memerlukan operasi yang kompleks. Tidak hanya memakan waktu lebih lama, tapi juga meningkatkan biaya operasi secara signifikan melalui pengoperasian unit pompa khusus untuk melakukan perekahan.

Melalui metode E-Break, pompa pasir propant tidak dibutuhkan. Rekahan formasi batuan, terutama pada lapisan batuan pasir berkualitas rendah yang sering menjadi sumber minyak dan gas, hanya dipompakan air dengan tekanan yang diatur sedemikian rupa, sehingga minyak menjadi lebih mudah mengalir ke permukaan.

VP Asset Development PHR, Mochamad Taufan, menyatakan, "Inovasi Extended Breakdown yang diterapkan di Lapangan Balam South merefleksikan komitmen PHR untuk terus melakukan inovasi guna meningkatkan produksi, khususnya di lapangan produksi minyak dan gas yang sudah memasuki tahap penurunan produksi secara alamiah, setelah melewati masa puncaknya (mature field)," katanya.

Dia juga mengatakan bahwa, selalu berpikir inovatif dalam upaya meningkatkan produksi dan memangkas biaya produksi dengan tetap mengutamakan faktor keselamatan adalah prinsip penting dalam menjaga ketahanan produksi di WK Rokan.

E-Break, tambah Taufan, diharapkan menjadi solusi berkelanjutan untuk lapangan-lapangan sejenis di WK Rokan bahkan di seluruh Wilayah Kerja di Indonesia dalam menghadapi tantangan produksi di masa depan.

Editor : Anindita Trinoviana
Artikel Terkait
13 jam lalu

Dukung Asta Cita, Pegadaian Raih Penghargaan Top Company in Bullion Bank Industry 2026

14 jam lalu

Dari Pengabdian Jadi Nilai Ibadah, PNM Berangkatkan Ratusan Karyawan Tanah Suci

1 hari lalu

Jaga Kualitas, BNI Kuatkan Tata Kelola Penyaluran KUR

1 hari lalu

BNI Tegaskan Kasus KUR Jember Berawal dari Laporan Perseroan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal