Jokowi: Kalau di Sebuah TPS Perlu Diulang ya Diulang Saja

iNews
Presiden Jokowi saat wawancara khusus dengan iNews di Istana Merdeka, Jakarta. (Foto: iNews).

JAKARTA, iNews.id, - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mempersilakan pihak-pihak yang merasa ada kecurangan saat pemungutan suara untuk melaporkannya sesuai mekanisme yang berlaku. Bila nanti ditemukan ada unsur pidana, bisa ditarik ke ranah hukum untuk diproses di kepolisian.

Presiden mengatakan, pemungutan suara di sebuah tempat pemungutan suara (TPS) bisa saja diulang bila ada permasalahan.

“Sekali lagi ini menyangkut 180 juta pemilih. Kalau di sebuah TPS perlu diulang ya diulang aja. Mekanismenya ada semuanya, aturannya ada semua,” ujar Presiden Jokowi kepada iNews di Istana Merdeka, Senin (22/4/2019).

Secara umum, menurut Presiden, pemilu patut disyukuri lantaran berjalan dengan lancar, aman, dan tidak ada insiden berarti. Pemilu serentak ini sangat besar lantaran Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengelola lebih dari 813.000 TPS yang tersebar di 17.000 pulau yang medannya sangat sulit dan berbeda-beda, termasuk di luar negeri.

“Kita juga apresiasi petugas lapangan, mengangkut logistik dari satu tempat kota kabupaten ke desa yang ada TPS-nya, yang sangat jauh sekali. Lewat laut sekian jam, lewat gunung sekian jam,” tutur Jokowi.

Editor : Zen Teguh
Artikel Terkait
23 jam lalu

Rismon Sebut Perdebatan Perubahan File Ijazah Jokowi Harus Dibuktikan di Sidang

9 hari lalu

Gugatan Bonatua soal Ijazah Jokowi di PTUN Dicabut, Ini Alasannya

12 hari lalu

Jokowi Kenang Sosok Eks Mendag Rachmat Gobel: Menteri yang Kerja Keras

13 hari lalu

Tiba di Pengadilan Jakarta Timur, Dokter Tifa Siap Bacakan Eksepsi 37 Halaman

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal