Jusuf Kalla Tegaskan Gubernur Tak Boleh Dukung Capres Cawapres

Stefani Patricia
Wakil Presiden Jusuf Kalla. (Foto: Koran Sindo).

JAKARTA, iNews.id - Gubernur atau kepala daerah tidak boleh ikut mendukung salah satu pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres). Gubernur atau kepala daerah merupakan pejabat pemerintah.

Wakil Pesiden Jusuf Kalla (JK) mengakui, seorang gubernur atau kepala daerah juga memiliki hak politik dalam dukung-mendukung pasangan calon. Namun, dukungan tersebut tidak bisa mengatasnamakan posisinya sebagai kepala daerah.

"Sebagai gubernur, kepala daerah tentu tidak bisa, tapi secara pribadi mungkin dia partainya mendukung. Makanya dia ikut mendukung secara pribadi, itu boleh boleh saja," ujar Jusuf Kalla di Jakarta, Senin (10/9/2018).

Sejumlah gubernur dari Partai Demokrat mendukung pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin dalam Pilpres 2019. Meskipun secara resmi Partai Demokrat sudah menyatakan dukungannya kepada pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno.

Partai Demokrat mengizinkan kadernya yang menjadi kepala daerah untuk mendukung Jokowi-Ma'ruf. Salah satunya Gubernur Papua, Lukas Enembe. Partai Demokrat berpandangan sikap ini tidak bisa disebut pengkhianatan terhadap Prabowo-Sandi.

"Kalau namanya pengkhianatan dari kita adalah kalau di basis Prabowo kita enggak dukung dia, itu baru pengkhianatan. Kita kan ada kebutuhan caleg juga untuk nyaleg, jadi fleksibel movement aja gerakan yang fleksibel," ucap Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat Andi Arief di kediaman SBY, Mega Kuningan, Jakarta, Minggu, (9/9/2018).

Editor : Kurnia Illahi
Artikel Terkait
Nasional
4 jam lalu

Babak Baru Kasus Ijazah Jokowi, Eggi Sudjana-Damai Lubis Ajukan Restorative Justice!

Nasional
10 jam lalu

Eggi Sudjana-Damai Hari Lubis Temui Jokowi, Kasus Ijazah Berakhir Damai?

Nasional
2 hari lalu

Tersangka Fitnah Ijazah Palsu Eggi Sudjana Puji Jokowi Selangit: Cerdas, Berani, Militan

Nasional
4 hari lalu

Pitra Romadoni Sebut Putusan Pidana Silfester Matutina Tak Adil, Kenapa?

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal