JAKARTA, iNews.id - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) meminta peserta Ujian Nasional (UN) 2020 yang sakit untuk tidak memaksakan diri. Kemendikbud menjamin siswa yang absen karena sakit bisa mengikuti ujian susulan.
Terutama bagi peserta UN 2020 yang merasa memiliki gejala demam, pilek, batuk, dan sesak nafas. Imbauan itu disampaikan sesuai dengan protokol kesehatan yang harus dilakukan semua satuan pendidikan untuk mencegah penyebaran virus korona.
"Kami siap melayani kebutuhan siswa yang tak bisa mengikuti UN sesuai jadwal karena sakit. Apalagi dengan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), sekarang lebih mudah," kata Pelaksana tugas Kepala Badan Penelitian Pengembangan dan Perbukuan Kemendikbud, Totok Suprayitno di Jakarta, Rabu (11/3/2020).
Totok memastikan UN 2020 tetap diselenggarakan di tengah penetapan pandemi virus korona oleh World Health Organization (WHO). UN 2020 akan dilaksanakan dengan prinsip kehati-hatian sesuai Surat Edaran Mendikbud Nomor 3 Tahun 2020 mengenai protokol kesehatan.
Protokol yang akan dilaksanakan seperti melarang kontak fisik seperti bersalaman, cium tangan, dan saling meminjam alat tulis. Pihak sekolah harus menyiapkan hand sanitizer di setiap kelas.
"Jika ada siswa mengalami gejala korona, kepala sekolah diharap meminta yang bersangkutan memeriksakan diri. Jika terjadi kasus dalam jumlah banyak harus koordinasi dengan dinas pendidikan dan dinas kesehatan setempat," katanya.