JAKARTA, iNews.id - Partai Demokrat sampai saat ini belum menentukan sikap politik kemungkinan untuk bergabung dengan koalisi Capres Cawapres terpilih Jokowi-Ma'ruf Amin. Partai yang dipimpin Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu masih berkabung atas meninggalnya Ani Yudhoyono.
Ketua Bidang Hukum dan Advokasi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean mengatakan, partainya akan menentukan sikap politik setelah 10 Juli 2019. Dia juga belum bisa mengungkapkan kecenderungan sikap politiknya akan berlabuh ke mana. Berada di luar pemerintahan atau bersama koalisi Jokowi-Ma'ruf Amin.
"Posisi Partai Demokrat sekarang pasif dulu sambil kami menentukan sikap nanti pascaberakhirnya 40 hari masa berkabung atas wafatnya Ibu Ani Yudhoyono," ujar Ferdinand kepada iNews.id melalui telepon, Rabu (3/7/2019).
Menurutnya, Partai Demokrat terus menjalin komunikasi dengan semua pihak. Termasuk dengan koalisi Jokowi-Ma'ruf Amin maupun pendukung Prabowo-Sandi.
"Tujuannya menyelaraskan dan menyamakan pemikiran ke depan bangsa ini sebetulnya mau dibawa ke mana dan mau diapakan. Masih ditahap pembicaraan seperti itu," ucapnya.
Dia menambahkan, Partai Demokrat akan menawarkan konsep program kerja kepada pemerintah yang akan datang. Konsep tersebut diberikan nama 14 Prioritas Partai Demokrat.
"Dan kalau nanti diadopsi oleh pemerintah yamg melaksanakan program ini tentu Partai Demokrat dengan senang hati karena tujuannya kepentingan rakyat," katanya.