JAKARTA, iNews.id - Delapan anak di wilayah Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara menjadi korban pelecehan seksual atau pencabulan yang dilakukan oleh seorang pedagang mainan bernama Sayudi (55). Pendamping Rehabilitasi Sosial dari Kemensos Sri Rumpoko mengatakan hingga saat ini korban terlihat ceria dan beraktivitas tapi ada trauma berat.
Namun secara psikologis ada rasa ketakutan dalam diri anak. "Terkait psikologis anak, kami lihat tadi mereka cukup ceria tapi di saat kita bertanya masalah psikologisnya mereka takut untuk bertemu dengan pelaku. Mereka juga takut bertemu dengan orang-orang lebih dewasa," kata Rumpoko di Mapolres Tanjung Priok, Selasa (23/11/2021).
Untuk itu memperbaiki hal tersebut, Rumpoko mengatakan akan berkordinasi dengan kepolisian dan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) untuk melakukan sejumlah penanganan.
"Tadi kami sudah bertemu keluarga korban dan anak korban sendiri. Kami belum sampai tahap trauma healing tapi kami akan lebih memperdalami asesmen lebih mendalam kepada anak korban," tuturnya.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok AKP Sang Ngurah Wiratama mengatakan melakukan tindakan trauma healing atau pengobatan secara traumasitis dibutuhkan sebuah dukungan.
Menurutnya, dukungan tersebut datang bukan hanya dari pihak keluarga korban saja akan tetapi tokoh masyarakat disekitar. Hal ini supaya menjadi perhatian dan tidak terjadi lagi dikemudian hari.
"Jadi lingkungan juga perlu memberikan dukungan agar anak ini bisa seperti dulu. Jadi perlu dukungan dari tokoh masyarakat maupun tokoh agama agar kejadian ini tidak terjadi lagi di kemudian hari kepada anak-anak yang lain," katanya.