Mahfud Cek Kebenaran Abu Sayyaf Minta Tebusan Lima WNI Rp8,4 M

Felldy Aslya Utama
Menko Polhukam Mahfud MD. (Foto: iNews.id/Wildan Catra Mulia)

JAKARTA, iNews.id - Kelompok Abu Sayyaf yang menyandera lima warga negara Indonesia (WNI) meminta tebusan sebesar 30 juta Peso atau sekitar Rp8,4 miliar. Uang tebusan itu untuk membebaskan lima WNI yang sudah lebih dari sebulan disandera.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengaku, baru mengetahui kabar tersebut lewat siaran pemberitaan di televisi. Namun, dia menyatakan belum menerima secara resmi tentang kebenaran informasi tersebut.

"Baru dapat info dari TV, tapi laporan langsung saya belum dapat. Nanti hari ini mau saya cari informasinya," katanya saat ditemui di Gedung Majelis Ulama Indonesia (MUI), Jakarta Pusat, Kamis (5/3/2020).

Mahfud mengatakan, kelompok bersenjata itu seringkali menculik dan meminta uang tebusan kepada perusahaan atau negara asal sandera. "Biasa sih Abu Sayyaf, hanya berubah angkanya saja sekarang. Tiap kali menyandera orang selalu minta uang (tebusan). Nah yang sekarang ini ya informasinya baru dari media," ujarnya.

Sebelumnya dilaporkan, penculikan WNI yang bekerja di Negeri Sabah Malaysia di perairan Tambisan, Tungku Lahad Datu, Sabah, Malaysia, kembali terjadi. Dari delapan kru kapal semuanya WNI, lima diculik dan tiga lainnya dibebaskan bersama kapalnya.

Informasi yang diperoleh melalui siaran tertulis aparat kepolisian Tambisan, Sabtu, 18 Januari 2020 menyebutkan lokasi penculikan tidak jauh dari kasus yang menimpa Muhammad Farhan (27) Cs pada 23 September 2019 tepatnya di perairan Tambisan Tungku Lahad Datu.

Kelima WNI itu kapten kapal pukat Arsyad Dahlan (41), La Baa (32), Riswanto Hayano (27), Edi Lawalopo (53), dan Syarizal Kastamiran (29). Semuanya orang Indonesia yang bekerja di perusahaan perikanan berbasis di Sandakan, Sabah.

Editor : Djibril Muhammad
Artikel Terkait
Nasional
23 jam lalu

Komisi Reformasi Ingin Polri Tinggalkan Gaya Militer, Jangan Hedonis

Nasional
1 hari lalu

Komisi Reformasi Ingin Ciptakan Polisi Sipil, Mahfud: Tak Militeristik, Disenangi Orang

Nasional
2 hari lalu

Komisi Reformasi Polri Serahkan 10 Buku Hasil Kerja ke Prabowo, Ada yang 3.000 Halaman

Nasional
3 hari lalu

WNI Buronan Interpol Kasus Penipuan Online Internasional Ditangkap di Soetta

Haji dan Umrah
6 hari lalu

Imigrasi Soetta Tunda Keberangkatan 23 WNI ke Jeddah, Diduga Calon Haji Nonprosedural

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal