Makna Warna Pakaian Adat Dayak Kenyah yang Pernah Dipakai Ganjar Pranowo

Royandi Hutasoit
Makna Warna Pakaian Adat Dayak Kenyah yang Pernah Dipakai Ganjar Pranowo (Foto: Sindonews)

JAKARTA, iNews.id - Calon Presiden Ganjar Pranowo menarik perhatian publik dengan penampilannya yang khas. Meskipun tidak mengenakan pakaian adat Dayak Kenyah secara tradisional, Ganjar tampil mencolok dengan mengenakan pakaian adat Kenyah saat beraktivitas di Kantor Gubernur Jawa Tengah di Jalan Pahlawan, Kota Semarang.

Dalam penampilannya, Ganjar mengenakan pakaian adat berwarna kuning dan membawa persenjataan khas suku Kenyah, salah satu suku di Kalimantan Timur yang juga dikenal dengan sebutan Dayak Kayan atau Dayak Kenyah.

Pakaian adat Kenyah yang dikenakan Ganjar terdiri dari Bluko' atau topi pelindung yang sering terbuat dari rotan tahan benturan dan dihiasi dengan gigi harimau serta bulu enggang dan pegun. Selain itu, ada juga Besunung, perlengkapan perang yang terbuat dari kulit binatang seperti beruang, kancil, harimau, macan tutul, dan kambing. Besunung tidak hanya digunakan dalam pertempuran, tetapi juga dalam pertemuan dan acara adat. Ganjar juga mengenakan Avet atau cawat dan Tabit, yaitu kain penutup tubuh bagian bawah sekaligus alas duduk.

Namun, apa makna dari setiap warna yang ada dalam pakaian adat Dayak Kenyah?

Makna Warna Pakaian Adat Dayak Kenyah yang Pernah Dipakai Ganjar Pranowo

Masyarakat Dayak memiliki pemahaman mendalam tentang makna warna dalam pakaian mereka sehari-hari. Setiap warna yang digunakan dalam pakaian dan aksesori memiliki makna tersendiri:

Putih: Melambangkan kesucian dan kesucian jiwa atau hati masyarakat Dayak.
Hitam: Merupakan warna yang mungkin melambangkan kesedihan atau kedewasaan.
Merah: Melambangkan semangat keberanian dalam membela kebenaran, serta solidaritas dan keberanian masyarakat.
Hijau: Menggambarkan kekayaan, kesuburan, dan hubungan yang kuat dengan alam.
Kuning: Mewakili keagungan, martabat, dan kemuliaan.
Ganjar, meskipun menggunakan pakaian adat dengan penyesuaian, tetap menjaga makna warna yang terkandung dalam budaya Dayak Kenyah. Ganjar menganggap penggunaan pakaian adat sebagai cara sederhana untuk merawat keindonesiaan seseorang.

Selain dari pakaian adat Dayak Kenyah, Ganjar juga pernah mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Bali, Lombok, Nusa Tenggara Timur, Bugis, Madura, dan lainnya. Strategi ini selain menjaga identitas Indonesia juga berpotensi meningkatkan ekonomi bagi pembuat pakaian adat tradisional di berbagai daerah.

Ganjar mengungkapkan bahwa ia mengoleksi pakaian adat dari seluruh nusantara dan berharap bahwa dengan mengenakan pakaian adat Indonesia, ia dapat memberikan pendidikan kepada masyarakat mengenai kekayaan tradisi di Indonesia serta membangun momentum persatuan di antara generasi muda Tanah Air.

Editor : Komaruddin Bagja
Artikel Terkait
Nasional
3 bulan lalu

Ganjar Bocorkan Agenda Rakernas PDIP di Ancol, Apa Saja?

Nasional
3 bulan lalu

Ganjar Ungkap Sikap Tegas PDIP, Kepala Daerah Harus Dipilih Langsung oleh Rakyat

Nasional
9 bulan lalu

Ganjar soal Megawati Merangkap Sekjen PDIP: Tidak Mungkin Permanen

Nasional
9 bulan lalu

Hasto Dapat Amnesti dari Prabowo, Ganjar: Terima Kasih

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal