PeduliLindungi untuk Lindungi Rakyat, Mahfud : Nyatanya Kita Lebih Baik dari AS Atasi Covid-19

Jonathan Simanjuntak
Menko Polhukam Mahfud MD. (Foto: Kemenko Polhukam).

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat (AS) menyoroti adanya dugaan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) dalam penggunaan aplikasi PeduliLindungi. Dalam laporannya, aplikasi ini diduga melanggar hukum terkait privasi, keluarga, rumah, atau korespondensi.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengatakan bahwa aplikasi tersebut semata-mata hanya untuk melindungi masyarakat Indonesia.

"Kita membuat program PeduliLindungi justru untuk melindungi rakyat, nyatanya kita berhasil mengatasi Covid-19 lebih baik dari Amerika Serikat (AS)," kata Mahfud MD kepada wartawan, Jumat (15/4/2022).

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi ini mengatakan melindungi HAM tidak selesai dari melindungi hak asasi dari individu-individu, melainkan juga melindung HAM komunal-sosial. Oleh sebabnya, Pemerintah Indonesia harus mengatur hal itu dalam konteks berperan aktif.

"Itulah sebabnya kita membuat program Pedulilindungi yang sangat efektif menurunkan penularan infeksi Covid-19 sampai ke Delta dan Omicron," jelasnya.

Mahfud justru menilai laporan tersebut merupakan bentuk pengatan peran civil society. Sebab jika menelisik pada Special Procedusre Mandate Holders (SPMH) pada kurun waktu 2018-2021, Indonesia dilaporkan melanggar HAM 19 kali oleh beberapa elemen masyarakat, sedangkan Amerika Serikat justru dilaporkan sebanyak 76 kali.

"Laporan-laporan itu ya biasa saja dan bagus sebagai bentuk penguatan peran civil society. Tapi laporan seperti itu belum tentu benar," katanya.

Editor : Faieq Hidayat
Artikel Terkait
Internasional
10 jam lalu

Diancam Khamenei, Trump: Semoga Kita Bisa Capai Kesepakatan!

Internasional
12 jam lalu

Duh, Puluhan Foto Telanjang Remaja Perempuan Korban Epstein Dirilis Departemen Kehakiman AS

Nasional
13 jam lalu

Prabowo: Saya Kaget Menteri Kesehatan AS Mau Bertemu, Tanya-Tanya soal MBG

Internasional
15 jam lalu

Berubah, Trump Berharap Capai Kesepakatan Nuklir dengan Iran

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal