Pemerintah: Lonjakan Pasien Positif Corona Bukan karena Rapid Test

Rizki Maulana
Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona, Achmad Yurianto. (Foto: Dok BNPB)

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah baru saja mengumumkan penambahan pasien positif virus corona sebanyak 105 pada hari ini, Rabu (25/3/2020) sehingga total menjadi 790 orang. Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona, Achmad Yurianto mengatakan lonjakan itu terjadi bukan karena rapid test.

Sebelumnya pemerintah sudah mendistribusikan 125.000 rapid test kit untuk deteksi virus corona massal. Yuri mengatakan lonjakan tersebut berdasarkan hasil real time PCR.

"Pasien positif yang bertambah berdasarkan pemeriksaan PCR, bukan karena rapid test," katanya di Graha BNPB, Jakarta.

Dia menjelaskan rapid test merupakan tes cepat deteksi virus corona berdasarkan antibodi. Dia menyebut jika hasil pemeriksaan rapid test menunjukkan negatif, belum menjamin yang bersangkutan bebas dari infeksi virus corona.

"Karena tubuh membentuk antibodi pada enam atau tujuh hari setelah infeksi. Oleh sebab itu jika ada gejala namun hasil rapid test negatif maka akan kami rekomendasikan tes ulang tujuh hari kemudian," ucapnya.

Jika rapid test menunjukkan positif baru pasien akan melanjutkan ke tahap real time PCR yang berdasarkan antigen. Kalau terus menunjukkan positif maka pasien akan diimbau untuk mkelakukan isolasi baik mandiri maupun di rumah sakit.

"Kami juga mengimbau kepada masyarakat yang dinyatakan negatif tetap menjaga diri. Jika imbauan tak dilakukan bisa jadi terkena infeksi di kemudian hari," ujarnya.

Editor : Rizal Bomantama
Artikel Terkait
Health
10 bulan lalu

Vaksin Covid-19 Terbaru Resmi Rilis, FDA Approve! 

Internasional
1 tahun lalu

Ilmuwan Temukan Virus Corona Terbaru Bisa Menyebar seperti Covid-19, Berbahayakah?

Internasional
2 tahun lalu

Muncul Covid Varian XEC yang Jauh Lebih Menular dari Omicron, Apa Saja Gejalanya?

Internasional
2 tahun lalu

Eks Menkes Vietnam Dibui 18 Tahun gara-gara Skandal Suap Pengadaan Alat Tes Covid

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal