JAKARTA, iNews.id - Presiden Prabowo Subianto melantik Sarmuji sebagai Menteri Perindustrian (Menperin) menggantikan Agus Gumiwang Kartasasmita, Kamis (1/10/2026). Pelantikan tersebut digelar di Istana Negara, Jakarta.
Pengangkatan Sarmuji bersamaan dengan pelantikan 10 menteri Kabinet Merah Putih lainnya. Pelantikan ini juga melalui Keputusan Presiden Nomor 104p Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri dan Wakil Menteri Negara Kabinet Merah Putih Periode Tahun 2024-2029.
"Demi Tuhan Saya berjanji bahwa saya akan setia kepada Undang-undang Dasar Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara, bahwa saya dalam menjalankan tugas jabatan akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab kiranya Tuhan menolong saya," ujar Sarmuji saat bersumpah dalam pelantikannya sebagai menperin oleh Prabowo di Istana Kepresidenan.
Sebelum masuk jajaran Kabinet Merah Putih, Sarmuji lebih dikenal sebagai politisi Partai Golkar. Dia tercatat menjabat sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Golkar.
Perjalanan politik Sarmuji dimulai dengan menjadi Staf Ahli DPR. Setelah itu, dia terpilih sebagai anggota DPR RI dan berhasil mempertahankan kursinya selama tiga periode berturut-turut sejak 2014.
Selama menjadi legislator, Sarmuji banyak ditempatkan di alat kelengkapan dewan yang membidangi sektor ekonomi. Antara lain pernah duduk di Komisi VI DPR yang membawahi urusan investasi, perdagangan, perindustrian, BUMN, dan koperasi, serta pernah bertugas di Komisi IX dan Badan Anggaran.
Pada periode 2024-2029, Sarmuji kembali dipercaya menjadi anggota Komisi VI DPR. Komisi tersebut antara lain memiliki lingkup tugas di bidang perdagangan, pengawasan persaingan usaha, serta badan usaha milik negara (BUMN). Alumni Universitas Indonesia itu kini mendapat tugas baru sebagai Menteri Perindustrian.