Prabowo: Masalah Makan Sakral, Tak Boleh Jadi Sarana Korupsi

Binti Mufarida
Presiden Prabowo Subianto di acara Rapat Konsolidasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Rabu (3/6/2026). (Foto: BPMI Setpres)

JAKARTA, iNews.id - Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa urusan makan masyarakat, khususnya bagi kelompok kurang mampu, merupakan hal yang sakral. Hal ini tidak boleh dijadikan sarana memperkaya diri melalui praktik korupsi.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat membahas program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pencopotan eks Kepala dan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), yang kemudian ditetapkan tersangka tindak pidana korupsi penyimpangan tata kelola Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Badan Gizi Nasional (BGN) Tahun 2025-2026 oleh Kejaksaan Agung (Kejagung).

"Saudara-saudara, masalah makan ini masalah sakral. Makan bagi orang susah tidak boleh jadi sarana memperkaya oknum-oknum. Makan paling gampang dikorupsi. Makan paling gampang dikorupsi, ya?" ucap Prabowo di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Rabu (3/6/2026).

Di hadapan ribuan peserta yang terdiri atas Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI), pengelola dapur MBG, dan para mitra program, Kepala Negara mengungkapkan bahwa keputusan untuk mengganti sejumlah pihak yang sebelumnya diberi amanah dalam pelaksanaan program bukanlah keputusan yang mudah. 

Prabowo menyampaikan bahwa dia teringat pesan almarhum ayahanda, Sumitro Djojohadikusumo, yang selalu mengingatkannya untuk berpihak kepada rakyat ketika menghadapi keraguan dalam mengambil keputusan.

"Kalau suatu saat kau dalam keadaan bingung, atau keadaan ragu-ragu, ingat, berpihaklah selalu kepada rakyatmu," tuturnya.

Prabowo juga menjelaskan, keputusan tersebut diambil setelah dirinya menerima berbagai laporan mengenai adanya kekurangan, kejanggalan, hingga indikasi penyelewengan dalam pelaksanaan program. Menurut Presiden, kualitas kepemimpinan menjadi faktor penentu keberhasilan sebuah organisasi.

"Pemimpin baik, organisasi baik. Pemimpin tidak baik, organisasi tidak baik. Apalagi pemimpin tidak benar, tidak kompetensi, atau tidak jujur," ucapnya.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
Nasional
12 jam lalu

Peringatan Prabowo usai Pecat 3 Pimpinan BGN: Saya Tak Mau Uang Rakyat Dicuri!

Shorts
12 jam lalu

Istana Ungkap Alasan Prabowo Copot Dadan sebagai Kepala BGN: Masalah Kedisiplinan

Nasional
13 jam lalu

Pesan Prabowo di Hari Dadan Hindayana cs Jadi Tersangka: Kerja Jujur, Jangan Menyimpang

Nasional
16 jam lalu

Prabowo Hadiri Rapat Konsolidasi MBG di Sentul usai Copot Dadan Hindayana

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal