Ramai Akademisi Protes Pemerintah, Ganjar: Demokrasi Kita Berada di Tepi Jurang

Jonathan Simanjuntak
Capres Nomor Urut 3 Ganjar Pranowo. (Foto: Anggie Ariesta)

KARANGANYAR, iNews.id - Calon Presiden nomor urut 3, Ganjar Pranowo menyebut demokrasi Pemilu 2024 berada di tepi jurang. Hal itu ditandai dengan munculnya mosi dan petisi dari berbagai kelompok masyarakat hingga sivitas akademis.

"Saya ingin menyampaikan saja, demokrasi kita berada pada jurang. Maka, masyarakat sipil, tokoh agama, tokoh masyarakat, mengingatkan, termasuk kampus-kampus. Ingat, kampus itu punya kebebasan mimbar akademik," kata Ganjar di Karanganyar, Rabu (7/2/2024).

Ganjar menilai apabila kampus-kampus bergerak itu artinya suara nurani. Ia pun membantah adanya klaim yang menyebut gerakan itu untuk memihak pasangan calon tertentu atau ditunggangi kelompok tertentu.

"Maka kalau mereka menyuarakan, itu pasti nuraninya. Nggak mungkin lah orang tua dikatakan 'anda berpihak, ini karena elektoral' menyakitkan buat mereka. Karena para profesor yang sudah sepuh menyampaikan 'aku mau cari apa lagi? Kalau soal ini'," kata Ganjar.

Adanya isu rektor-rektor yang diintervensi untuk membuat suatu pernyataan memperbaiki citra Pemerintah pun disebutnya sudah terlambat. Dia pun meminta agar seluruh aspirasi yang datang itu dihormati.

"Bahkan ketika ada yang diminta membuat tandingan, buat statement dukungan pada pemerintah, menurut saya telat. Telat dari sisi pikiran, waktu, dan membelokkan sebuah kejujuran dan fakta akan menyakitkan buat menunjukkan sebuah kebenaran," tegasnya.

"Kebebasan ini harus kita hormati. Terbukti yang dikatakan Rektor Universitas Soegijapranata 'kami tidak mau, kami netral' itu sebuah sikap yang luar biasa," tandasnya.

Editor : Faieq Hidayat
Artikel Terkait
9 hari lalu

Tetap Tenang dan Waspada, Negara Hadir di Tengah Ujian Alam

14 hari lalu

David Pajung Duga Ada Upaya Pecah Belah di Balik Kericuhan 27 Agustus

18 hari lalu

MK Cabut Pasal Penghinaan Pemerintah di KUHP, Tegaskan Harus Terbuka Dikritik

18 hari lalu

Breaking News: MK Putuskan Penghinaan Pemerintah Tak Bisa Dipidana

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal