JAKARTA, iNews.id - Nilai tukar rupiah ditutup melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada akhir perdagangan, Kamis (1/10/2026). Rupiah turun 72 poin atau 0,40 persen ke level Rp17.966 per dolar AS.
Analis pasar uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan, salah satu sentimen datang dari eksternal yakni pada hari ini Iran menyatakan telah menerima tanggapan AS atas usulan terbarunya untuk memulihkan gencatan senjata, setelah Presiden Donald Trump menolak rencana sebelumnya yang mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz sebagai imbalan atas pencabutan blokade AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
"Presiden AS Donald Trump membantah laporan Axios dan CNN yang mengutip pernyataan pejabat AS bahwa ia bersedia memberikan keringanan sanksi dan mencairkan dana Iran yang dibekukan sebagai imbalan atas langkah-langkah 'konkret' dari Teheran terkait program nuklirnya," tulis Ibrahim dalam risetnya.
Selain itu, Presiden Donald Trump menyatakan bahwa dia masih membahas kemungkinan pelarangan ekspor solar AS, meskipun sebelumnya Gedung Putih telah membantah laporan mengenai rencana penerapan larangan menyeluruh selama 90 hari.
Isu ini menjadi semakin mendesak mengingat harga solar AS sempat mencapai rekor tertinggi sebesar 6,53 dolar AS per galon pada pekan lalu, sementara cadangan solar AS masih berada pada tingkat terendah dalam sejarah.