Satgas: Penularan Covid-19 di Permukiman Lebih Tinggi dari Perkantoran

Ariedwi Satrio
Ketua Tim Pakar sekaligus Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Bakti Adisasmito. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id - Klaster penularan covid-19 di perkantoran akhir-akhir ini menjadi sorotan karena disebut menyumbang kasus positif cukup signifikan di Jakarta. Namun pemerintah meminta masyarakat waspada terhadap klaster lain seperti permukiman di zona merah seperti Jakarta.

Hal itu disampaikan Ketua Tim Pakar sekaligus Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Bakti Adisasmito di Jakarta, Minggu (9/8/2020). Bahkan menurutnya penularan covid-19 di klaster permukiman sebenarnya lebih tinggi dibandingkan di perkantoran.

"Klaster kantor sekarang dilihat meningkat. Kalau dilihat, klaster kantor dengan permukiman sebenernya lebih tinggi penularannya di klaster permukiman," kata Wiku.

Wiku menduga penyebab tingginya penularan virus corona di klaster perkantoran bermula dari permukiman. Infeksi bermula saat ada pekerja yang positif covid-19 tanpa gejala berangkat dari rumahnya ke kantor kemudian melakukan kontak dengan rekan kerja dan menimbulkan klaster perkantoran.

"Jadi kalau permukiman itu kan sudah pasti awalnya dari rumah dan sekitarnya, orang juga kan tidak bisa di dalam rumah terus, mungkin itu penyebabnya sehingga mereka kontak. Itu yang harus dikendalikan. Kantor juga begitu, belum tentu dia kena di kantor, bisa jadi di jalan atau lingkungan rumahnya," ucap Wiku.

Sekadar informasi, laporan Satgas Penanganan Covid-19 menyebut ada penambahan 686 kasus konfirmasi positif covid-19 di Jakarta pada Sabtu (8/8/2020). Jakarta kembali menjadi provinsi dengan jumlah tertinggi kasus positif covid-19 menyalip Jawa Timur.

Editor : Rizal Bomantama
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Kebakaran Hebat Landa Permukiman di Johar Baru Jakpus, 30 Rumah Hangus 

57 tahun lalu

Jangan Panik! Ebola Tidak Gampang Menular seperti Covid-19

57 tahun lalu

KUR BRI Bantu Warung Asep Bangkit Lagi, Jadi Penyelamat saat Usaha Terpuruk

57 tahun lalu

Thailand Temukan Varian Baru Virus Corona, Berbahayakah?

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal