JAKARTA, iNews.id - Kementerian Agama (Kemenag) akan menggelar sidang isbat (penetapan) awal Zulhijah 1439 Hijriah pada 11 Agustus 2018 mendatang. Sidang isbat tersebut sekaligus untuk menentukan pelaksanaan hari raya Idul Adha bagi umat Islam di Tanah Air.
Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais Binsyar) Kemenag Juraidi mengatakan, sidang penetapan awal Zulhijah dibutuhkan untuk menentukan pelaksanaan Idul Adha dan beberapa ibadah sunah di bulan tersebut.
"Di bulan Zulhijah ini ada beberapa ibadah sunah yang biasa dikerjakan oleh umat Islam. Pada 9 Zulhijah, umat Islam yang melaksanakan haji melakukan wukuf di Arafah. Sementara di Tanah Air, umat Islam melaksanakan puasa sunah Arafah. Selain itu, ada juga ibadah kurban yang dilakukan pada tanggal 10-13 Zulhijah," kata Juraidi sebagaimana dikutip dari website resmi Kemenag, Senin (30/7/2018).
Kemenag berkewajiban melangsungkan sidang isbat sebanyak tiga kali dalam setahun, yaitu penetapan awal bulan Ramadan, Syawal, dan Zulhijah. Sidang isbat yang dilakukan Kemenag bertujuan untuk memberikan pedoman bagi masyarakat muslim dalam menjalankan ibadah.
"Pelaksanaan sidang isbat ini juga merupakan amanah Fatwa MUI Nomor 2 tahun 2004,” ujar Juraidi.
Dia menjelaskan, sidang isbat perlu dilakukan untuk menentukan awal bulan karena pada ketiga bulan tersebut umat Islam menjalankan ibadah berdasarkan penanggalan tahun hijriah. Penetapan awal Ramadan misalnya, dibutuhkan untuk menentukan kapan umat Islam mulai berpuasa. Penetapan awal bulan Syawal dibutuhkan untuk menentukan kapan umat muslim melakukan salat Idul Fitri.