Simulasi Ketiga Pilkada 2020, Bawaslu Beri Catatan

Felldy Aslya Utama
Anggota Bawaslu menghadiri simulasi ketiga Pilkada 2020 di Magelang. (Foto: Bawaslu)

JAKARTA, iNews.id - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) memberikan sejumlah catatan dalam pelaksanaan simulasi ketiga pemungutan dan penghitungan suara serta penggunaan sistem informasi rekapitulasi elektronik (Sirekap) untuk Pilkada 2020. simulasi ini digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Lapangan Candi Nambangan, Rejowinangun Utara, Kota Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (10/10/2020).

Anggota Bawaslu, Mochammad Afifuddin memaparkan beberapa catatannya. Misalnya, simulasi pemungutan suara ini dilakukan di tempat lapangan yang cukup luas dengan tenda yang juga besar. Menurutnya, TPS dalam pemungutan suara pada 9 Desember 2020 mendatang belum tentu bisa ideal seperti itu.

“Banyak TPS yang didirikan di tempat sempit karena memang ketiadaan lahan atau tempat. Simulasi seharusnya mendekati situasi yang sebenar-benarnya," kata Afif dalam keterangannya yang dikutip di Jakarta, Senin (12/10/2020).

Koordinator Divisi Pengawasan dan Sosialisasi Bawaslu itu juga memberikan catatan lain terkait keberadaan undakan (semacam tangga) setinggi sekitar 10 centimeter saat hendak masuk ke dalam TPS. Dia khawatir, pemanfaatan undakan tersebut bisa menyulitkan pemilih disabilitas dan kalangan orang tua (renta) khususnya yang menggunakan kursi roda.

Terakhir, Afif juga memberikan catatan terkait dengan keberadaan daftar pemilih tetap (DPT) di lokasi TPS. Dia meminta agar NIK para pemilih ditampilkan secara jelas.

"Semula DPT yang ditempel (di TPS simulasi) NIK-nya kelihatan semua. Kami sampaikan untuk diganti dengan yang berbintang," ujarnya.

Untuk diketahui, simulasi ini merupakan simulasi ketiga yang digelar KPU dengan menampilkan mekanisme pemungutan suara layaknyadi TPS. Ada petugas KPPS yang melayani pemilih, ada pemilih yang ikut mencoblos, ada pengawas TPS, ada saksi dari pasangan calon, dan lain-lain. Simulasi kali ini juga dihadiri Plh Ketua KPU Ilham Saputra dan tiga komisioner KPU seperti Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi; Viryan Aziz serta Evi Novita Ginting.

Editor : Rizal Bomantama
Artikel Terkait
Nasional
17 hari lalu

KPU RI Ungkap Salinan Ijazah Jokowi Pernah Ditayangkan ke Publik saat Pilpres

Nasional
17 hari lalu

KIP Gelar Sidang Sengketa Informasi Ijazah Jokowi, Periksa KPU dan Polda

Nasional
24 hari lalu

Respons KPU soal KIP Kabulkan Gugatan Bonatua terkait Sengketa Ijazah Jokowi

Nasional
25 hari lalu

Prabowo Ungkap Keunggulan SMA Taruna Nusantara, Bandingkan dengan Sekolah di Malaysia dan Inggris

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal