JAKARTA, iNews.id - Universitas Indonesia (UI) menjadi bagian penting dari dua acara yang diselenggarakan oleh Asian Universities Alliance (AUA) atau Aliansi Universitas se-Asia di China pada 8-11 April 2018. Selama empat hari terdapat dua acara yang diselenggarakan, yakni AUA Board Meeting di Sanya dan Boao Forum Asia (BFA) Forum for Asia 2018 Annual Conference di Hainan.
Dalam acara AUA Board Meeting ditetapkan bahwa UI akan menjadi Executive Presidency (EP) untuk periode 2018-2019. Serah terima tugas ini dilakukan oleh Wakil Presiden Pomthong Malakul dari Chulalongkorn University selaku AUA Executive President untuk periode 2017-2018 kepada Rektor UI Muhammad Anis.
”Dengan diangkatnya UI menjadi EP, maka UI selama periode 2018-2019 akan menjadi tuan rumah dari tiga kegiatan AUA yaitu AUA Students Updates on Life Below Water (Juli 2018), AUA Executives Meeting, dan AUA Youth Forum (November, 2018),” tulis UI dalam laman resminya, Rabu (18/4/2018).
Sedangkan dalam kegiatan BFA, UI menjadi salah satu pemimpin diskusi dalam sesi roundtable BFA, dengan tema “Higher Education Roundtable: The Rise of Asian Universities”. Dalam diskusi tersebut, para peserta yang ikut mendiskusikan arah kerja sama pendidikan di Asia dan bagaimana kerja sama tersebut dapat menyumbangkan kontribusi bagi permasalahan dunia.
Selain itu, juga dibahas perkembangan tren teknologi global terbaru, seperti kecerdasan buatan dan teknologi bioproses dan bagaimana universitas-universitas di Asia bisa beradaptasi dengan perkembangan tersebut.
AUA adalah sebuah organisasi jaringan regional Asia yang diinisiasi oleh Tsinghua University, China, pada 2017 untuk memperkuat kolaborasi antar universitas di Asia dalam bidang pendidikan dan ekonomi. Tercatat 6 dari 15 universitas pendiri AUA adalah universitas yang masuk dalam deretan 50 universitas terbaik di Asia versi Times Higher Education Asia University Rankings 2017.