BOGOR, iNews.id - Belakangan ini banyak pengendara kerap berganti-ganti bahan bakar minyak (BBM) untuk kendaraannya atau bahkan mencampurnya. Sebagian dari mereka percaya mencampur bensin, dapat meningkatkan performa mesin.
Bagaimana menurut Pertamina? "Mencampur bahan bakar untuk kendaraan itu sah-sah saja, tetapi tidak direkomendasikan. Hanya jika terpaksa saja," ujar Indra Pratama, komersial ritel Pertamina di Bogor, Senin (26/3/2018).
Menurutnya, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh pengendara sebelum mencampur bahan bakar yang digunakan. Sebaiknya gunakan bahan bakar yang sesuai dengan spesifikasi mesin kendaraan.
"Penjelasan mengenai hal ini sebenarnya sudah diatur di buku manual pemilik kendaraan. Terlepas dari perbedaan harganya, bensin RON 92 atau 95 memiliki kualitas yang lebih baik dari bensin RON 88," kata Indra.
Oktan yang lebih tinggi, bensin RON 92 atau 95 mempunyai efek positif terhadap mesin, yaitu lebih responsif, ruang bakar bersih dan gas buang yang dihasilkan juga lebih rendah emisi. Selain oktan, kandungan aditif pada masing-masing jenis juga menentukan kualitasnya.
"Bensin RON 92 atau 95 mempunyai aditif yang berfungsi sebagai pembersih kerak di ruang bakar, sedangkan bensin RON 88 masih dapat menyisakan kerak di ruang bakar. Mencampur bensin RON 88 dengan bensin RON 92 atau 95 mengakibatkan aditif tersebut tidak berfungsi secara aktif," jelas Indra.
Perbedaan oktan dan zat aditif pada tiap jenis bahan bakar dapat menurunkan kualitas bahan bakar yang lebih bagus jika bercampur di tangki bahan bakar kendaraan.
Pada umumnya menggunakan bahan bakar campuran antara bensin RON 88 dengan bensin RON 92 atau 95 akan menghasilkan kualitas bahan bakar lebih baik dibandingkan menggunakan bensin RON 88 saja. Tetapi, dari aditif yang ada di bensin RON 92 atau 95 sudah tidak berfungsi secara aktif lagi.
Jadi akan lebih baik jika menggunakan bensin RON 92 atau 95 yang tidak dicampur dengan bahan bakar dengan RON lebih rendah.
"Jika terpaksa mencampur bensin karena stok BBM yang biasa digunakan di Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU) sedang kosong, sebaiknya isi tangki secukupnya dengan jenis bensin yang tersedia," tandasnya.
Perkirakan bahan bakar tersebut cukup untuk sampai menemukan SPBU lain. Selanjutnya, isi kembali tangki dengan bensin sesuai spesifikasi mesin agar mesin bekerja sempurna.