Dobrak Harga di Bawah Rp200 Juta, Seres E1 Jadikan Mobil Listrik Lebih Merakyat

Dani M Dahwilani
Seres E1 meluncur dalam pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2023 mendobrak harga di bawah Rp200 juta. (Foto: iNews.id)

JAKARTA, iNews.id - Pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2023 diramaikan kehadiran deretan mobil listrik. Namun, tidak semua pengunjung dapat menjangkau kendaraan tanpa emisi tersebut.

Harga mobil listrik yang meluncur di GIIAS 2023 berada di atas Rp200 juta. Tapi, ini terpecahkan setelah Seres E1 meluncur dalam pameran otomotif terbesar di Asia Tenggara tersebut, Kamis (10/8/2023), dengan harga mulai dari Rp189 juta on the road (OTR) Jakarta.

Ini menjadikan Sere E1 sebagai mobil listrik murah pertama dengan harga lebih merakyat. Walau empat hari berselang gelar ini direbut Wuling Air EV Lite, namun faktanya Seres E1 tetap termurah karena belum termasuk hitungan subsidi dari pemerintah.

Air ev Lite dibanderol Rp188,9 juta setelah mendapat subsidi Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dari sebelumnya 11 persen menjadi 1 persen. Tanpa subsidi Air ev Lite dijual Rp206 juta.

"Kami menghadirkan Seres E1 yang ditujukan sebagai solusi mobilitas di dalam kota yang membutuhkan kendaraan kompak dan ramah lingkungan, tentunya dengan harga lebih terjangkau," ujar Chief Operating Officer (COO) PT Sokonindo Automobile (Seres), Franz Wang di GIIAS 2023.

Sementara itu, Marketing Head Sokonindo Automobile Achmad Rofiqi mengatakan, kehadiran kompetitor menjadi sesuatu yang menarik karena masyarakat menjadi semakin banyak pilihan.

"Kami melihatnya sebagai sesuatu yang menarik. Masing-masing brand memberikan harga yang lebih terjangkau. Masyarakat akan memilih mana yang terbaik," katanya.

Menurut Rofiqi, Seret E1 masih memiliki peluang menjadi mobil listrik termurah di Indonesia asalkan bisa memenuhi syarat pemberian subsidi diskon PPN sebesar 10 persen. Pemerintah telah memberikan syarat mobil listrik penerima insentif PPN diproduksi di Indonesia dengan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) minimal 40 persen.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
Mobil
4 hari lalu

Minat Mobil Listrik di Singapura Disebut Menurun, Ini Dampaknya bagi Indonesia

Megapolitan
5 hari lalu

Kecelakaan di Jalan Gatot Subroto, Mobil Listrik Tabrak Separator Busway

Mobil
5 hari lalu

Hyundai Subscribe Percepat Adopsi Mobil Listrik di Indonesia

Mobil
15 hari lalu

Terungkap, Ada 91 Perusahaan Rakit Kendaraan Listrik di Indonesia

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal