Honda dan Nissan Merger, Carlos Ghosn Sebut soal Harga Diri Merek Jepang

Dani M Dahwilani
Mantan bos aliansi Renault-Nissan, Carlos Ghosn angkat bicara soal rencana merger Honda dan Nissan yang saat ini menjadi isu besar panas di industri otomotif dunia. (Foto: Ist)

JAKARTA, iNews.id - Mantan CEO aliansi Renault-Nissan, Carlos Ghosn angkat bicara soal rencana merger Honda dan Nissan yang saat ini menjadi isu besar panas di industri otomotif dunia. Langkah ini dilakukan untuk menjaga harga diri Jepang apabila kehilangan salah satu brand terbesar.

Dilansir dari Carscoops, Ghosn mengatakan peran Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang (METI) sangat aktif dalam hal ini. Menurutnya, Honda tidak terlalu antusias dengan kolaborasi ini karena akan memakan biaya besar.

"Ini merupakan langkah yang mendesak. Ini bukan sebuah kesepakatan pragmatis karena sinergi antara kedua perusahaan sulit ditemukan," kata Ghosn.

Menurut Ghosn, kesepakatan sebenarnya sangat sulit dicapai karena kedua merek memiliki model yang sama dengan bermain di segmen yang sama. Ini membuat harus ada salah satu pihak yang menurunkan egonya agar kesepakatan terjalin.

"Tidak ada komplementer yang signifikan antara mereka. Mereka berada di pasar yang sama dengan produk yang hampir identik, dan merek mereka pun sangat mirip," ujarnya

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
4 hari lalu

Bersaing di Segmen Elektrifikasi, Nissan Boyong Serena e-Power di GIIAS 2026

5 hari lalu

Nissan Navara Pro-4X Mengaspal di GIIAS 2026, Gendong Mesin Turbo Diesel

5 hari lalu

Honda Super-One Akhirnya Dijual di Indonesia Rp438 Juta, Dijatah Cuma 100 Unit

11 hari lalu

Honda Berani Ubah Logo Ikoniknya, Ternyata Ini Filosofi Mendalam di Baliknya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal