Industri Otomotif Indonesia Menderita, Gaikindo Ajukan 3 Permohonan ke Pemerintah

Riyandy Aristyo
Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mengusulkan tiga keringanan kepada pemerintah bantu industri otomotif Indonesia yang terpukul. (Foto: Dok/iNews.id)

JAKARTA, iNews.id - Dampak pandemi virus corona (Covid-19) membuat sektor otomotif Indonesia terpukul. Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mengusulkan tiga keringanan kepada pemerintah.

"Sekarang ini, industri otomotif sangat menderita. Ada beberapa hal yang kami diskusikan dengan pemerintah, khususnya Kementerian Perindustrian (Kemenperin)," kata Ketua Umum Gaikindo Yohannes Nangoi, dalam konferensi virtual, baru-baru ini.

Hal pertama yang diminta Gaikindo adalah relaksasi Pajak Kendaraan Bermotor sebesar 30 sampai 50 persen. Gaikindo juga sudah mengirimkan surat kepada seluruh gubernur di Indonesia termasuk Kementerian Dalam Negeri.(Kemendagri) untuk menginformasikan permintaan tersebut.

"Pajak Kendaraan Bermotor itu 10 sampai 12,5 persen. Nah, kita minta supaya memungkinkan diberikan relaksasi, sehingga pajaknya turun sebesar 30 sampai 50 persen," kata Nangoi.

Stimulus kedua yang diajukan Gaikindo kepada pemerintah, yakni soal Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE) dan proses restitusi pajak.

"Karena saat ini proses importasi terganggu Covid-19 di negara-negara pengekspor, kami meminta perpanjangan waktu surat menyurat. Kami juga ingin relaksasi demurrage sampai 1 bulan dan penghapusan Lartas (Larangan dan Pembatasan)," katanya.

Kelonggaran lain yang diminta Gaikindo adalah aturan penggunaan minimum biaya PLN dan bahan bakar gas ditiadakan. Tak hanya itu, transaksi juga harus menggunakan rupiah bukan dolar.  

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
Mobil
12 hari lalu

Agrinas Ungkap Harga Mobil Produksi Dalam Negeri 25 Persen Lebih Mahal dari India, Begini Kata Gaikindo

Makro
13 hari lalu

Ekonom Desak Rencana Impor 105 Ribu Pikap dari India Dibatalkan, Dinilai Ancam Industri Otomotif Nasional

Mobil
13 hari lalu

Butuh 100.500 Unit, Bos Agrinas Sebut Pabrikan Dalam Negeri Hanya Sanggup 45.000 Mobil Pikap

Mobil
13 hari lalu

Impor 105.000 Mobil Pikap dari India, Bagaimana dengan Bengkel dan Sparepart jika Rusak?

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal