JAKARTA, iNews.id - Harga BBM terancam naik di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global yang memicu potensi lonjakan harga energi dunia. Situasi ini dinilai dapat memberikan tekanan terhadap daya beli masyarakat serta meningkatkan biaya operasional sektor transportasi di Indonesia.
Meski pemerintah menetapkan harga BBM pada April 2026 tidak mengalami kenaikan, kemungkinan penyesuaian tetap terbuka apabila konflik global terus berkepanjangan. Kondisi tersebut mendorong percepatan penggunaan kendaraan listrik sebagai langkah strategis mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.
Presiden Prabowo Subianto bahkan mengungkap rencana besar pemerintah melakukan konversi massal kendaraan berbahan bakar minyak (BBM) menjadi kendaraan listrik berbasis baterai.
"Rencana secara keseluruhan kendaraan bermotor kita akan konversi ke motor listrik. Semua mobil, truk, traktor harus tenaga listrik," ujar Prabowo, Rabu (25/3/2026).
Dia menilai penggunaan BBM ke depan kemungkinan akan semakin terbatas dan hanya digunakan segmen tertentu. Sebab itu, pemerintah mendorong transformasi energi di sektor transportasi menuju sumber energi yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Menanggapi situasi tersebut, produsen motor listrik lokal Davigo menilai kondisi global saat ini menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk mempercepat adopsi kendaraan listrik.
General Manajemen Davigo, Aprizal mengatakan, motor listrik dapat menjadi solusi mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap fluktuasi harga BBM yang dipengaruhi dinamika geopolitik dunia.