MILWAUKEE, iNews.id - Harley-Davidson merupakan produsen otomotif paling digandrungi pecinta motor gede (moge) di dunia. Sayang, kepopuleran tersebut tidak diikuti kenaikan jumlah penjualannya.
Dikutip dari Rideapart, Sabtu (2/2/2019), dari laporan keuangan Harley-Davidson pada periode Oktober sampai Desember 2018, produsen otomotif ini tak memperoleh laba 0,00 dolar AS alias tidak mencatatkan keuntungan sama sekali per sahamnya.
Bahkan, penjualannya mengalami penurunan di atas 10 persen dibanding kuartal ketiga 2018, periode Juli sampai September dan untuk kedelapan kalinya secara berturut-turut, pabrikan moge tersebut mengalami hasil buruk.
Secara global, penjualan pabrikan ikonik asal Amerika Serikat itu mengalami penurunan sebesar 6,7 persen. Alhasil, pendapatannya pun merosot sampai 1 miliar dolar AS sekitar Rp14 triliun.
CEO Harley-Davidson, Matt Levatich mengatakan pihaknya akan memperbanyak produksi untuk mendongkrak penjualan dan pendapatannya, baik di pasar Amerika Serikat maupun secara global.
Levatich pun menyatakan hasil buruk ini justru memberi energi baru bagi Harley-Davidson untuk meningkatkan kualitas dan komitmen mereka di dunia sepeda motor.