Musim Hujan, 120 Desa di Bali Rawan Bencana Banjir dan Tanah Longsor

Chusna Mohammad
Kepala BPBD Bali I Made Rentin. (Foto: iNews.id/Indira Arri)

DENPASAR, iNews.id - BPBD Bali mengingatkan ada 120 desa yang masuk zona rawan bencana. Memasuki musim penghujan, masyarakat diminta waspada terjadinya bencana.

"Hasil pemetaan, dari 716 desa, ada 120 desa yang masuk zona merah atau rawan bencana," kata Kepala Pelaksana BPBD Bali, I Made Rentin, Jumat (12/11/2021).

Dia menjelaskan, ratusan desa rawan bencana itu tersebar di enam kabupaten, yakni Badung, Tabanan, Buleleng, Bangli, Karangasem dan Klungkung.

Potensi bencana paling banyak yaitu tanah longsor dan banjir. Curah hujan dengan intensitas lama dan lebatakan terjadi dalam beberapa hari terakhir.

BPBD Bali mencatat, hingga akhir Oktober 2021 telah terjadi 376 bencana. Dari jumlah itu, 267 bencana adalah tanah longsor baik dalam skala kecil hingga besar.

Sedangkan jumlah korban nyawa akibat bencana hingga akhir Oktober sebanyak 11 orang.

"Dua korban terakhir karena bencana tanah longsor akibat gempa beberapa waktu lalu," ujar Rentin.

Editor : Reza Yunanto
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Perempuan di Gianyar Hilang di Pantai Masceti, Ditemukan Tewas Mengambang di Laut

57 tahun lalu

Surabaya Banjir Usai Diguyur Hujan Lebat, Banyak Pekerja Terlambat akibat Kendaraan Mogok

57 tahun lalu

Banjir Rendam Ratusan Rumah di Surabaya usai Diguyur Hujan Deras, Aktivitas Warga Lumpuh

57 tahun lalu

Geger! Mayat Tanpa Identitas Ditemukan Tersangkut di Sungai Ayung Ubud Bali

57 tahun lalu

Kemarau Meluas, Bali dan Nusa Tenggara Alami Hari Tanpa Hujan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal