53 Ekor Sapi di Garut Mati akibat PMK, Wabup Janjikan Kerohiman Rp5 juta

Ii Solihin
Puluhan ekor sapi di Kabupaten Garut mati akibat terpapar PMK. (Foto: Ilustrasi)

GARUT, iNews.id - Puluhan ekor sapi di peternakan KSP Bojong 3, Kampung Cigobog, Desa Tambak Baya, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, mati akibat terpapar penyakit kuku dan mulut (PMK). Penularan tersebut masih saja terjadi hingga membuat peternak setempat resah.

Di lokasi itu, sebanyak 53 ekor sapi mati setelah terindikasi PMK. Kematian hewan ternak itu merupakan akumulasi selama sepekan. Dari total hewan ternak sebanyak itu, beberapa di antaranya terpaksa dipotong paksa.

Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman membenarkan adanya indikasi PMK yang menyebabkan kematian pada hewan ternak. Pihaknya berjanji akan memberikan uang ganti rugi berupa uang kerohiman Rp5 juta untuk satu ekor sapi yang mati.

"Kami minta warga untuk tetap tenang terlebih menjelang Idul Adha," kata Helmi, (Rabu 22/6/2022).

Pemkab Garut pun kini terus melakukan pendataan kepada sejumlah peternak hewan baik sapi maupun domba untuk mengantisipasi penyebaran wabah PMK yang mengakibatkan kematian ternak.

Editor : Asep Supiandi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Antisipasi PMK, Hewan Kurban di Sukabumi Akan Dipasang Kalung Tanda Sehat

57 tahun lalu

Karantina Sulut Gagalkan Penyelundupan 800 Kg Daging Celeng di Pelabuhan Bitung

57 tahun lalu

1.000 Lebih Ternak di Bandung Terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku, 48 Ekor Mati

57 tahun lalu

2 Pasar Hewan di Lamongan Ditutup Imbas Wabah Penyakit Mulut dan Kuku

57 tahun lalu

Wamentan Sudaryono Sebut 4 Juta Vaksin Disiapkan Tangani Wabah PMK

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal