KSAL Minta Maaf, Tegaskan 6 Oknum POM AL Pengeroyok Warga Sipil hingga Tewas Dihukum Berat

Jonathan Simanjuntak
Konferensi pers terkait kasus penganiayaan dua warga sipil oleh enam oknum POM AL di Purwakarta. (Foto: MPI/Jonathan Simanjuntak)

JAKARTA, iNews.id - Kasus penganiayaan melibatkan enam oknum anggota POM AL terhadap warga sipil hingga salah satunya tewas mendapat perhatian dari Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono. KSAL meminta maaf kepada korban dan keluarga sekaligus menegaskan para pelaku pengeroyokan akan dihukum berat. 

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Julius Widjojono mengatakan, KSAL menyampaikan permohonan maafnya, terkhusus kepada keluarga korban penganiayaan. Selain itu, KSAL juga menyampaikan maaf kepada masyarakat atas perbuatan anggotanya.

“KSAL Laksamana TNI Yudo Margono sebagai pimpinan TNI AL menyampaikan permohonan maaf yang sedalam-dalamnya kepada masyarakat, khususnya kepada keluarga korban atas tindakan oknum TNI AL yang tidak pantas," katanya di Kantor Pusat Militer AL, Jumat (18/6/2021)

KSAL Laksamana TNI Yudo Margono telah menegaskan tindakan keenam oknum POM AL itu tidak bisa ditoleransi. Pelanggarannya adalah pelanggaran indisipliner berat dan menyakiti hati rakyat.

"KSAL sadar sepenuhnya bahwa pelanggaran berat ini perlu ditindak tegas, menyakiti hati rakyat, dan akan menghukum seberat-beratnya pada para pelaku," kata Laksamana Pertama TNI Julius Widjojono.

Dalam kesempatan yang sama, Danpuspomal Laksamada Muda TNI Nazali Lempo mengatakan kasus keenam oknum tersebut sekarang sudah dilimpahkan ke Pospumal. Adapun saat ini keenam anggota juga sedang ditahan sampai proses pengadilan militer lebih lanjut.

"Sekarang proses tersebut ditangani oleh Puspomal, bukan di Denpom Bandung. Sementaranya pelakunya enam orang sudah kamitahan," ujar Danpuspomal Laksamada Muda TNI Nazali Lempo.

Editor : Maria Christina
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Viral Anggota OSIS SMP di Makassar Dikeroyok Teman Sekolah, Orang Tua Tempuh Proses Hukum

57 tahun lalu

Misteri Siswi SD Tewas dalam Rumah di Sragen, Polisi Sebut Ada Dugaan Kekerasan

57 tahun lalu

Kronologi Siswi SD Ditemukan Tewas dalam Rumah di Sragen, Motor Keluarga Ikut Hilang

57 tahun lalu

Sragen Gempar! Siswi SD Berseragam Pramuka Tewas dalam Rumah, Ibu Histeris

57 tahun lalu

Sopir Truk di Palembang Tewas Dikeroyok saat Antre Solar di SPBU, Dihujani 7 Tikaman

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal