Perajin Tahu Tempe di Jabar Mogok Produksi 3 Hari Mulai Besok

Arif Budianto
Ilustrasi perajin tempe. (Foto: Antara)

BANDUNG, iNews.id - Para perajin tahu dan tempe di Provinsi Jawa Barat (Jabar) berencana mogok produksi mulai besok. Paguyuban ini tidak akan berproduksi selama tiga hari hingga Minggu (30/5/2021).

Salah seorang perajin tahu di Kota Bandung Iniyani mengatakan, aksi mogok produksi tersebut berdasarkan kesepakatan pada rapat seminggu sebelumnya. Para perajin tahu tempe sudah menerima surat edaran untuk aksi mogok tersebut.  

"Mulai besok enggak produksi. Surat edarannya sudah keluar untuk para perajin tahu dan tempe. Saya juga sudah terima," kata Iniyani, Kamis (27/5/2021).

Dia mengatakan, hari ini beberapa perajin bahkan sudah tidak memproduksi tahu dan tempe. Itu artinya, tahu dan tempe untuk besok sudah tidak ada lagi di pasaran. Kalaupun ada, kemungkinan besar sisa produksi hari ini. Sementara untuk besok, produsen tahu di Cibuntu, Kopo, kompak tak produksi.

Sementara itu, dalam surat edaran yang dikeluarkan Paguyuban Tahu-Tempe Jabar disebutkan, aksi akan digelar selama tiga hari. Tujuannya agar pemerintah memperhatikan kenaikan harga bahan baku tahu dan tempe, kedelai

Saat ini harga kedelai sudah lebih dari Rp10.500 per kg. Padahal pada saat normal, harga kedelai berkisar antara Rp7.000 hingga 8.000.per kg. Kenaikan tersebut telah terjadi sejak sebelum Ramadan 2021 lalu. Mereka berharap harga kedelai kembali terjangkau sehingga bisa diterima konsumen dengan harga murah.

Aksi ini juga dimaksudkan untuk memberitahukan kepada konsumen, atas kenaikan harga tahu dan tempe antara 15 hingga 25 persen. Misalnya untuk tahu cetak dipatok Rp45.000 hingga Rp50.000 per papan.

Editor : Maria Christina
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Pengusaha di Jabar Sebut Aksi Mogok Buruh Jangan Ganggu Produktivitas

57 tahun lalu

Kedelai Mahal, Perajin Tempe di Mojokerto Terpaksa Kurangi Ukuran

57 tahun lalu

Harga Kedelai Melejit, Perajin Tempe Cimahi Berusaha Tak Mogok Produksi

57 tahun lalu

Tenaga Kesehatan Puskesmas Jatitujuh Majalengka Mogok, Pasien Telantar

57 tahun lalu

Mentan Syahrul Yasin Limpo Ingin Gunungkidul Jadi Lumbung Kedelai Nasional

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal