Asyik Bermain di Pantai Teluk Penyu, 2 Wisatawan Terseret Ombak

Antara
Ilustrasi korban tenggelam. (Foto: Okesone)

CILACAP, iNews.id - Dua wisatawan terseret gelombang di Pantai Teluk Penyu, Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (20/6/2018). Satu korban bisa diselamatkan, sementara satu lainnya masih hilang hingga saat ini. Sampai menjelang sore, Tim SAR gabungan masih terus mencari korban yang diperkirakan telah tewas tersebut.

Koordinator Basarnas Pos SAR Cilacap Mulwahyono mengatakan, peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 08.15 WIB. Saat itu, korban atas nama Anindito Opi Ardianto (26), warga Kelurahan Tritih Kulon RT05/RW04, Kecamatan Cilacap Utara, dan Dwi Anto Primadani (23), warga Desa Cilempuyang, Kecamatan Cimanggu, Cilacap, sedang bermain di pinggir pantai.

Lantaran asyik bermain, kedua korban tidak menyadari ada gelombang tinggi yang datang. Keduanya pun langsung terseret hingga ke tengah. "Sukarelawan SAR Pandanarang yang mengetahui kejadian itu segera menolong korban. Namun nahas, korban atas nama Dwi Anto Primadani hilang, sedangkan Anindito Opi Ardianto dapat diselamatkan," kata Mulwahyono, Rabu (20/6/2018).

Menurut Mulwahyono, pihaknya menerjunkan satu regu Basarnas Pos SAR Cilacap ke lokasi kejadian untuk mencari dan menolong korban. Operasi pencarian dan pertolongan itu dilakukan dengan cara menyisir Pantai Teluk Penyu menggunakan "Rigid Inflatable Boat (RIB)" Basarnas dan perahu jukung. Akan tetapi, hingga sore menjelang, korban belum ditemukan. "Kami akan terus menggelar operasi SAR untuk mencari korban," katanya.

Sebelumnya, Basarnas Pos SAR Cilacap mengimbau wisatawan yang berkunjung ke pantai agar tidak bermain air atau berenang, terutama di wilayah pantai yang terhubung langsung dengan laut lepas. Imbauan tersebut berkaitan dengan peringatan dini gelombang tinggi yang dikeluarkan Stasiun Meteorologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Cilacap.

Gelombang tinggi berpotensi di perairan selatan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta maupun Samudra Hindia selatan Jateng dan DIY akibat peningkatan kecepatan angin yang bertiup dari timur hingga tenggara.

Editor : Himas Puspito Putra
Artikel Terkait
8 hari lalu

Kronologi Kapal Wisata KM Feronia Tenggelam di Pulau Tatawa, Terbalik usai Masuk Pusaran Air

14 hari lalu

KM Khatulistiwa 8 Tenggelam di Perairan Tuban, 1 Hilang 17 ABK Selamat

16 hari lalu

Viral Oknum Jukir Getok Parkir Rp15.000 ke Wisatawan di Jalan Asia Afrika Bandung

23 hari lalu

2 WNA Pakistan dan Iran Ditangkap di Blora usai Curi Uang Turis Aljazair di Ubud

25 hari lalu

KM Yukai Tenggelam usai Hantam Karang di Labuan Bajo, 17 Wisatawan Dievakuasi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal