BPBD Hentikan Pencarian Penambang Pasir yang Tertimbun Longsor

Kuntadi
Kondisi tebing yang longsor di lereng Gunung Merapi, Desa Kaliurang, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah (Jateng). (Foto: iNews.id/Puji Hartono)

MAGELANG, iNews.id – Pencarian korban tanah longsor di Desa Kaliurang, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah (Jateng), terpaksa dihentikan. Langkah ini ditempuh karena tidak ada data pasti jumlah penambang pasir ketika terjadi musibah. Selain itu, kondisi cuaca juga tidak menentu sehingga mempersulit pencarian.

“Untuk sementara, kami hentikan dulu pencarian korban longsor,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang, Edy Susanto yang dikonfirmasi melalui telepon selulernya (ponsel), Senin (18/12/2017).

Menurut dia, informasi awal ada sekitar 17 penambang yang ada di lokasi ini. Namun, setelah tim melakukan pencarian, mereka berhasil menemukan 16 korban. Delapan di antaranya meninggal dunia dan korban lainnya luka-luka. Diduga masih ada korban lain yang tertimbun, namun itu pun tidak diketahui pasti. Sejumlah penambang yang kerap berada di lokasi kejadian tidak bisa merinci siapa saja yang tertimbun longsor.

“Tidak ada data pasti, ini yang menyulitkan kami. Makanya setelah tim bersepakat, kami hentikan dulu pencarian para penambang pasir yang tertimbun longsor,” ujar Susanto.

Tinggi tebing yang ambrol di lereng Gunung Merapi ini sekitar 35 meter dengan panjang 35 meter. Kondisi longsoran yang tebal membuat proses evakuasi agak sulit. Namun setelah tim berupapa mencari para korban di longsoran tebing, ditemukan sejumlah korban. “Kalau ada kepastian jumlah, besok kami lanjutkan lagi pencarian korban,” ucapnya.

Penambangan pasir di lereng Gunung Merapi dilakukan secara tradisional. Biasanya saat ada truk datang, para penambang pasir akan mengisi truk tersebut secara berombongan. Kondisi ini membuat para penambang pasir sulit memastikan ada berapa orang yang berada di lokasi kejadian saat longsor.

Sementara Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho sebelumnya memaparkan, musibah longsor di Kabupaten Magelang ini bukan yang pertama kali terjadi. Sebelumnya, sudah beberapa kali penambang pasir tertimbun longsor di daerah Magelang. Kondisi tebing lereng yang ditambang, yang hampir tegak lurus juga membahayakan masyarakat sekitarnya. Namun, penambangan masih terus berlangsung hingga saat ini.

Editor : Maria Christina
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Gunung Merapi Kembali Luncurkan Awan Panas 2 Kilometer, Status Siaga

57 tahun lalu

Gelombang Tsunami Terjang Sulut Dampak Gempa Besar, Ketinggian Bervariasi

57 tahun lalu

Waspada Dampak Gempa Besar Filipina, Sirene Peringatan Tsunami Berbunyi di Gorontalo Utara

57 tahun lalu

Gunung Merapi Erupsi Sore Ini, Luncurkan Awan Panas Guguran ke Kali Sat

57 tahun lalu

2 Wisatawan asal Karawang Tewas Tertimbun Longsor di Curug Cileat Subang

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal