Bukan Lagi Banjir, Ini 4 Masalah yang Banyak Dilaporkan Warga Semarang

Antara
Banjir di Kota Semarang (Foto: iNews)

SEMARANG, iNews.id - Pemerintah Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng) tidak memasukkan banjir dan jalan rusak sebagai daftar masalah paling dikeluhkan masyarakat. Saat ini, warga lebih banyak melapor soal fasilitas air bersih hingga pedagang kaki lima (PKL) liar.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengklaim, masalah banjir di Ibu Kota Jateng mulai teratasi setelah empat tahun kepemimpinannya bersama Wakil Wali Kota Hevearita G Rahayu. Persentase daerah rawan banjir pun turun lebih dari 10 persen.

"Wilayah rawan banjir yang pada 2011 lalu mencapai 41,02 persen, saat ini telah berkurang menjadi 13,71 persen," kata Hendrar, Senin (17/2/2020).

Meski persoalan yang menjadi masalah klasik Kota Semarang itu sudah teratasi, dia masih terdapat sejumlah pekerjaan rumah lain. Setidaknya PR dari rakyat harus dia dituntaskan dalam setahun terakhir masa jabatannya.

Dia mengungkapkan banjir dan jalan rusak tidak masuk dalam posisi lima besar permasalahan yang dikeluhkan masyarakat. Keluhan tertinggi masyarakat saat ini berkaitan dengan layanan PDAM, kemacetan, PKL liar dan  parkir liar.

Editor : Nani Suherni
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Kota Lama Semarang Dikunjungi 222 Ribu Wisatawan selama Libur Lebaran

57 tahun lalu

Wali Kota Semarang Buka Suara usai Disebut dalam Sidang Korupsi Chromebook

57 tahun lalu

BNPB Bongkar Akar Masalah Banjir Semarang, Butuh Penanganan Tepadu

57 tahun lalu

Gubernur Jateng Panggil Wali Kota Semarang dan Bupati Demak Hari Ini Bahas Banjir

57 tahun lalu

3 Jalur Alternatif ke Jakarta-Pati, Rekomendasi untuk Hindari Banjir Semarang

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal