Dampak Kenaikan Harga Kedelai, Perajin di Boyolali Kurangi Ukuran Tempe

Tata Rahmanta
Perajin di Desa Urutsewu, Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali saat memproduksi tempe. Foto: Tata Rahmanta.

BOYOLALI, iNews.id Perajin tempe di Kabupaten Boyolali mulai mengurangi ukuran tempe dan jumlah produksi untuk menekan kerugian. Langkah itu dilakukan menyusul mahalnya harga kedelai

Sejak sepekan terakhir, para perajin di Desa Urutsewu, Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali mulai memperkecil ukuran tempe. Langkah para perajin di lereng Gunung Merbabu tersebut sebagai respons atas kenaikan harga kedelai. 

Harga kedelai yang semula Rp12.000, naik menjadi Rp13.000 per kilogram. Para perajin mengaku hal tersebut terpaksa dilakukan agar tetap bisa produksi. 

“Kenaikan harga kedelai sangat berdampak terhadap kami. Terlebih saat ini penjualan juga sangat sepi.  Kalau menaikan harga, khawatir tempe tidak laku,” kata salah satu perajin tempe, Sriyanto, Selasa (4/10/2022).

Ukuran tempe dari 6X20 sentimeter dikurangi menjadi 6X17 sentimeter. Para perajin juga mengurangi produksi. 

“Dulu sehari menghabiskan 300 kilogram kedelai, saat ini hanya 250 kilo kedelai,” ucapnya. 

Editor : Ary Wahyu Wibowo
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Harga Kedelai Naik, Perajin Tempe di Tangerang Terpaksa Perkecil Ukuran Produk

57 tahun lalu

Terungkap Motif Menantu Tega Racuni Mertua dengan Sate Ayam di Boyolali

57 tahun lalu

Polisi Ungkap Kasus Sate Maut di Boyolali, Menantu Korban Jadi Tersangka

57 tahun lalu

Kasus Kematian Warga Boyolali Diduga gegara Sate Kiriman, 8 Orang Diperiksa Polisi

57 tahun lalu

Kronologi Makam Warga Boyolali Dibongkar Polisi, Diduga Tewas usai Makan Sate Kiriman

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal