Kasus TBC di Jawa Tengah Masih Tinggi, Wagub Jateng: Lebih Bahaya dari Covid-19

Ahmad Antoni
Wagub Jateng Taj Yasin Maimoen saat menghadiri kegiatan Kunjungan Industri Siswa Siswi SMK Al Anwar Rembang di Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang. (Ist)

SEMARANG, iNews.id -  Wakil Gubernur JatengTaj Yasin Maimoen menyebut kasus penyakit tuberkulosis (TBC) di Jawa Tengah masih terhitung tinggi. Data di buku saku Dinas Kesehatan pada triwulan III tahun 2022 menunjukkan angka penemuan kasus TBC di Jateng ternotifikasi sebanyak 42.148 kasus. 

“Indonesia permasalahan kesehatan masih tinggi. Masih memerlukan, utamanya ketika kita bicara tentang sakit TBC,” kata wagub yang akrab disapa Gus Yasin ini saat menghadiri kegiatan Kunjungan Industri Siswa Siswi SMK Al Anwar Rembang di Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang, Senin (12/12/2022).

“Walaupun Covid-19 kemarin menyerang, akan tetapi bahaya TBC ini sebenarnya lebih besar dibanding Covid-19, karena masyarakat sampai saat ini masih enggan, masih menganggap sepele terkait penyakit tersebut," katanya.

Dia mengatakan, TBC merupakan penyakit kronis, yang memiliki daya tular dan tingkat kematiannya tinggi. Tingkat kematian yang tinggi, salah satunya disebabkan faktor kebal obat. Untuk menekan kasus TBC, wagub berpendapat, perlu dilakukan edukasi secara jemput bola.

Senada dengan pendapat wagub, Direktur Utama RSI Sultan Agung Said Shofwan mengatakan, pelayanan kesehatan saat ini lebih menitikberatkan pada upaya preventif. Layanan kesehatan terkecil ada di level posyandu dan puskesmas. 

"Apalagi sekarang, dari Kementerian Pariwisata berkolaborasi dengan Kementerian Kesehatan, membuat inovasi, namanya Wellnes and Hospital Tourism, membuat bidang pelayanan itu lebih luas lagi, dari yang sudah ada sebelumnya. Bergerak ke arah preventif medicine, bagaimana memperkuat pencegahan penyakit, supaya tidak terjadi sakit," ujar Gus Yasin.

Kegiatan promosi kesehatan, lanjutnya, di samping dilakukan dengan bertemu langsung melalui sosialisasi, menyebar brosur dan penyuluhan, sekarang ini juga digencarkan melalui platform digital. Masyarakat tidak hanya bisa mencari informasi kesehatan di platform digital, tetapi  mereka juga bisa berinteraksi dengan para dokter, maupun pasien yang memiliki masalah kesehatan yang sama.

Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
6 hari lalu

Kecelakaan di Pantura Batang, Sopir Diduga Mengantuk Tabrak Truk Mogok

10 hari lalu

Ngeri! Penjual Sayur Keliling di Kebumen Dibacok Warga, Luka di Leher dan Tangan

10 hari lalu

Pasien Influenza A Melonjak di Sidoarjo, Rumah Sakit Siapkan Bed Tambahan

16 hari lalu

Mayat Pria Ditemukan di Pinggir Jalan Grobogan, Warga asal Ciamis

17 hari lalu

Truk Kontainer Bawa Paket Terbakar di Tol Solo-Ngawi, Api Merembet Dekati Permukiman

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal