Musim Kemarau, Perajin Batu Bata di Blora Kesulitan Air

Heri Purnomo
Aktivitas perajin batu bata di Desa Tampurejo Blora. (Heri Purnomo)

BLORA, iNews.id –Musim kemarau panjang berdampak pada pembuatan batu bata di Kabupaten Blora. Sejumlah perajin batu bata di Desa Tampurejo Kecamatan Blora mengaku tidak bisa produksi secara maksimal.

Mereka kesulitan mendapatkan air untuk mengolah tanah liat yang merupakan bahan baku batu bata.

Juremi, perajin batu bata mengatakan akibat sulitnya mendapatkan air untuk mengolah tanahnya mengakibatkan dirinya harus mengurangi hasil produksinya.

“Bila dibandingkan dengan musim penghujan saya bisa memproduksi bata merah secara maksimal,” kata Juremi, Kamis (21/9/2023).

“Hal itu karena kondisi air yang gampang dan pengolahan tanah yang mudah karena terkena air hujan,” ujarnya.

Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Sumur Mengering Dampak Kemarau, Warga 4 Desa di Banjarnegara Berebut Air Bersih

57 tahun lalu

Kekeringan di Banjarnegara Meluas, 1.600 Warga Berebut Bantuan Air Bersih

57 tahun lalu

Serangan Jantung Mendadak, Pria Asal Semarang Tewas di Depan Kamar Hotel di Blora

57 tahun lalu

Kekeringan Landa 4 Kabupaten di Jateng, Ribuan Warga Krisis Air Bersih

57 tahun lalu

Dampak Darurat Kekeringan, Emak-Emak di Klabang Bondowoso Serbu Droping Air Bersih

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal