Cegah Banjir, Pemprov Jatim Bangun Pintu Air Plangwot

Ihya Ulumuddin
Gubernur Jawa Timur (Jatim) Soekarwo atau disapa Pakde Karwo. (Foto: iNews.id/Ihya Ulumuddin)

SURABAYA, iNews.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) akan membangun pintu air di Plangwot Lamongan. Rencana ini dibuat menyusul kucuran dana Rp862 milliar dari pusat untuk penanganan sejumlah bencana alam di Jatim.

Proyeksi ini dibuat menyusul adanya banjir akibat luapan Bengawan Solo di wilayah aliran sungai. Hampir tiap tahun saat musim penghujan kawasan sekitar Bengawan Solo berada dalam ancaman. Seringkali air meluap bahkan tak jarang membuat tanggung pembatas jebol.

Gubernur Jatim Soekarwo mengatakan, dengan pembangunan pintu air, diharapkan daya tampung bisa semakin banyak. Sehingga peluang terjadinya banjir bisa dikurangi. Saat ini, hanya ada tiga pintu air di Plangwot yang tersedia. Itupun baru bisa menampung 450 meter kubik air. Meskipun sebenarnya telah ada peningkatan kapasitas dari sebelumnya 380 meter kubik menjadi 600 meter kubik.

Namun kenyataannya belum bisa mencapai angka maksimal tersebut. Sehingga perlu tambahan pintu air guna meningkatkan kapasitasnya. "Solusinya Plangwot di Sedayu Lawas (Lamongan) harus 1.0000 meter kubik per detik. Harus lima pintu dari tiga ke lima untuk dibuang ke laut," ujarnya, Jumat (2/3/2018).

Untuk merealisasi pintu air di Bengawan Solo menjadi lima buah, kata dia, pihaknya memastikan tahun ini sudah ada suntikan dana Rp862 miliar tahun dari pemerintah pusat. Dana itu nantinya selain dipakai penambahan pintu air juga dipergunakan pengerukan sungai.

Pakde Karwo, panggilan akrab Soekarwo, juga memastikan dana tersebut sudah masuk dan tidak akan hilang seperti tahun-tahun sebelumnya. Mengingat kebutuhan penambahan pintu air sudah sangat mendesak. "Sementara untuk menangani banjir Bengawan Solo tahun ini, kami hanya bisa melakukan penjagaan 24 jam dengan posisi pintu dibuka terus," ujarnya.

Sementara itu, Kabid Rehabilitasi dan Rekonstruksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim Agung Subagyo, meminta masyarakat tetap waspada mengenai kemungkinan banjir akibat luapan sungai Bengawan Solo. Hal tersebut sesuai arahan Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) hingga Maret curah hujan masih cukup tinggi.

Ketinggian air di Bengawan Solo, kata dia, memang berangsung-angsur menyusut. Namun, di beberapa titik yang dilewati Bengawan Solo status ketinggian air masih dalam posisi siaga.

"Dari prakiraan cuaca, kondisi ini masih akan terjadi sampai Maret. Sehingga, perlu mengontrol debit air sungai Bengawan Solo secara berkala," katanya.

Menurut catatan BPBD Jatim, beberapa daerah yang masuk dalam peta rawan banjir antara lain kabupaten/kota yang ada di kawasan pantai utara (pantura), yang dilewati Bengawan Solo dan Kali Lamong. Bojonegoro, Tuban, Lamongan dan daerah lainnya harus waspada.

BPBD Jatim sudah menginstruksikan agar beberapa daerah di wilayah Selatan juga mewaspadai bencana longsor yang rawan terjadi, juga wilayah tapal kuda yang masih berpotensi banjir. "Masyarakat harus tetap menjaga kewaspadaan. Ini sangat penting sebagai bagian dari upaya preventif," ucap Agung.

Editor : Achmad Syukron Fadillah
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Identitas Kerangka Manusia di Bukit Jember, Warga Diduga Depresi usai Cerai dengan Istri

57 tahun lalu

Mayat Terikat Ditemukan dalam Rumah Kosong di Jember, Pelaku Ditangkap Kurang dari 8 Jam

57 tahun lalu

Ngeri! Maling Motor Modus COD di Pasuruan Dihajar Massa hingga Kritis

57 tahun lalu

Kecelakaan di Malang, Motor dan Ambulans Tabrakan di Depan IGD RSSA

57 tahun lalu

Waspada Hipnotis! Lansia di Madiun Kehilangan Perhiasaan dan Uang Jutaan usai Terima Tamu

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal