MALANG, iNews.id - Sebanyak 800 personel gabungan disiagakan di Kabupaten Malang, Jawa Timur untuk mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi akibat cuaca ekstrem. Kesiapsiagaan ini diperkuat melalui Apel Gelar Pasukan dan Peralatan Tanggap Bencana yang melibatkan Polres Malang, TNI, pemerintah daerah, serta sejumlah unsur terkait.
Ancaman bencana yang diantisipasi meliputi banjir, tanah longsor, angin kencang, hingga pohon tumbang. Kesiapan personel dan peralatan menjadi perhatian untuk memastikan penanganan dapat dilakukan dengan cepat ketika bencana terjadi.
Dalam apel tersebut, petugas juga memeriksa berbagai sarana dan prasarana pendukung penanganan bencana. Pengecekan meliputi kendaraan operasional, peralatan evakuasi, perlengkapan penyelamatan, serta peralatan lainnya yang dibutuhkan dalam situasi darurat.
"Dibutuhkan sinergi, koordinasi serta kerja sama semua elemen yang kuat antara TNI, Polri, pemerintah daerah, BPBD, instansi terkait, relawan serta melibatkan masyarakat," ujar Kapolres Malang, AKBP Rulian Syauri dalam keterangannya dikutip Jumat (6/11/2026).
Dia menyampaikan, melalui kegiatan ini, seluruh unsur yang terlibat memastikan kesiapan personel, kelengkapan peralatan, serta memperkuat koordinasi dan sinergi dalam menghadapi situasi darurat.
Menurutnya, kesiapsiagaan dan kecepatan respons menjadi kunci utama dalam penanganan bencana. Hal tersebut dinilai penting untuk memberikan perlindungan serta menjamin keselamatan masyarakat di tengah potensi cuaca ekstrem.
Polres Malang bersama TNI, pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan berkomitmen meningkatkan kesiapsiagaan serta bergerak cepat dalam menghadapi berbagai kemungkinan bencana di wilayah Kabupaten Malang.