Kekeringan di Bojonegoro Meluas, Ribuan Warga Krisis Air Bersih

Dedi Mahdi
Warga Desa Bakulan, Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro, mengantre air bersih yang disuplai petugas BPBD setempat, Senin (3/9/2018). (Foto: iNews/Dedi Mahdi)

BOJONEGORO, iNews.id - Bencana kekeringan di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur kian meluas. Hingga kini tercatat ada ribuan keluarga yang tersebar di enam kecamatan mengalami krisis air bersih. Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, warga mengharapkan bantuan air bersih dari pemerintah setempat.

Salah satu daerah yang dilanda kekeringan ini berada di Desa Bakulan, Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro. Musim kemarau panjang membuat sumur warga sudah tidak lagi mengeluarkan sumber air. Kondisi tersebut sudah dirasakan sejak tiga bulan terakhir.

Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, warga mengharapkan bantuan air dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten setempat, maupun dari instansi lain, baik pemerintah maupun swasta.

Warga rela berdesakan mengantre, untuk mendapatkan beberapa liter air menggunakan bak maupun jerigen. Jika tidak ada suplai air, warga harus mengeluarkan biaya untuk membeli air bersih, atau mengambil dari sumur warga di luar desa, namun dengan jarak yang jauh.

“Di sini sudah kekeringan sekitar enam bulan. Kalau tidak ada bantuan air kami terpaksa mengambilnya di Desa Nggudek, lokasinya cukup jauh dari sini,” kata Siti, salah seorang warga Desa Bakulan, Senin (3/9/2018).

Senada dengan Siti, warga lainnya, Mutakin mengatakan, sumur-sumur di daerahnya sudah kering sejak beberapa bulan lalu. Tidak hanya itu, irigasi juga ikut kering sehingga sawah tidak bisa diairi. “Sudah beberapa bulan kering. Yang pasti sejak Mei itu sudah banyak yang kering,” katanya.

Plt Kepala Pelaksana BPBD Bojonegoro, Nadif Ulfa mengatakan, kekeringan di wilayah Kabupaten Bojonegoro diperkirakan akan makin meluas. Mengingat, musim kemarau diprediksi masih akan berlangsung hingga akhir Oktober mendatang.

“Data yang ada pada kami, hingga kini tercatat ada ribuan keluarga yang tersebar di enam kecamatan mengalami krisis air bersih. Enam kecamatan tersebut di antaranya, Kecamatan Temayang, Sukosewu, Sumberejo, Ngambon, Ngasem serta Kecamatan Ngraho,” ucapnya. 

Editor : Himas Puspito Putra
Artikel Terkait
2 hari lalu

Dilanda Kekeringan, Harga Beras di Mahakam Ulu Melambung Rp1 Juta per Karung

2 hari lalu

3 Bulan Sumur Kering, Warga Lampung Selatan Terpaksa Beli Air Bersih

2 hari lalu

3 Bulan Dilanda Kekeringan, Warga Grobogan Saling Serobot Bantuan Air Bersih

2 hari lalu

BNPB: Kekeringan Landa Klaten Jateng Berdampak ke 12.946 Warga

3 hari lalu

Kekeringan Landa Kulonprogo, Baznas Salurkan 48.000 Liter Air Bersih ke Warga

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal