Larangan Pernikahan Sunda dengan Jawa Berujung Pertarungan 2 Raja

Avirista Midaada
Gapura ini disebut-sebut sebagai salah satu bukti keberadaan Kerajaan Galuh. (Foto: Istimewa)

MALANG, iNews.id - Sejarah larangan pernikahan Sunda dengan Jawa berawal saat masa Kerajaan Padjajaran dan Majapahit. Kebijakan ini akhirnya memicu pertarungan 2 raja di Kerajaan Galuh.

Dikisahkan dalam buku 'Hitam Putih Pajajaran: dari Kejayaan hingga Keruntuhan Kerajaan Pajajaran' tulisan Fery Taufiq El Jaquene, setelah Perang Bubat terjadi pernikahan antara kerabat Dewa Niskala dengan salah satu pengungsi dari Majapahit.

Saat itu Kerajaan Majapahit memang tengah mengalami kemunduran. Wilayahnya pun diserang sehingga membuat warganya mengungsi hingga ke wilayah Jawa Barat, ibu kota Kawali, Galuh. 

Kemudian Raja Galuh menikahi seorang perempuan, pengungsi asal Majapahit. Hal ini memicu kemarahan Raja Susuktunggal. Kala itu Kerajaan Galuh terpecah menjadi dua bagian usai raja Rahyang Wastu wafat.

Editor : Andi Mohammad Ikhbal
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Viral Hafiz Al-Qur'an asal Turki Nikahi Gadis Palopo, Mahar Rp150 Juta

57 tahun lalu

5 Fakta Wanita di Malang Dinikahi Pria Jadi-Jadian, Nomor 3 Bikin Syok!

57 tahun lalu

Kronologi Pria Jadi-Jadian Nikahi Gadis di Malang, Ngaku Anak DPR hingga Janji ke Thailand

57 tahun lalu

Merasa Ditipu, Pengantin Wanita di Malang Laporkan Suami yang Ternyata Perempuan

57 tahun lalu

Viral! Wanita di Malang Dinikahi Sesama Perempuan, Terbongkar saat Malam Pertama

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal