Tanggapi Pernyataan Basarah, Gus Han: Jangan Rongrong Wibawa Presiden

Ihya Ulumuddin
Pasangan nomor urut satu Khofifah-Emil. (Foto: iNews.id/Ihya Ulumuddin)

SURABAYA, iNews.id - Juru Bicara Calon Gubernur (Cagub) Jawa Timur (Jatim) nomor urut 1 Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak, Zahrul Azhar As'ad menanggapi santai ucapan Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Ahmad Basarah yang menyeret nama Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam kontestasi Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jatim. Gus Han sapaan akrabnya tidak mau menanggapi berlebihan pernyataan Basarah tersebut.

"Saya rasa statement tersebut tidak perlu ditanggapi berlebih. Lagi pula tidak ada hubungan Presiden dengan proses politik yang lagi bergulir. Tidak hanya di Jawa Timur, tapi di seluruh wilayah Indonesia yang tahun ini menyelenggarakan Pilkada serentak," ungkap Gus Han dalam keterangan pers.

Pengasuh Ponpes Queen Al Azhar Darul Ulum Jombang mengatakan, satu-satunya kepentingan Presiden Jokowi dalam gelaran pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak tidak lain adalah agar proses pemilihan berjalan sesuai jadwal, aman, dan lancar. Sedangkan soal hasil, seharusnya presiden menyerahkan seluruhnya kepada rakyat agar kualitas demokrasi terus meningkat.

"Ada baiknya kita semua tetap menjaga wibawa presiden. Jangan sebaliknya, merongrong dengan kepentingan parsial pilkada. Saya sendiri sangat yakin Presiden Jokowi ada di posisi netral dan sangat menghormati proses demokrasi yang tengah berjalan dan tidak berniat untuk cawe-cawe," ucapnya.

Gus Han menambahkan, Pilgub Jatim sejauh ini telah memasuki masa kampanye sehingga tidak tepat jika muncul pernyataan tentang siapa mendukung siapa, termasuk kendaraan yang akan dipakai untuk melaju dalam putaran pilkada. Isu yang paling tepat, kata dia, adalah membicarakan soal prestasi, rekam jejak, ide, gagasan, kapasitas, program, rencana-rencana ke depan untuk Jatim oleh semua kandidat.

"Ketergantungan kandidat terhadap dukungan presiden memperlihatkan lemahnya rasa percaya diri dari calon tersebut terhadap kekuatan konsepsi dan kapasitas dari pasangan maupun tim untuk mandiri dalam merebut hati dan pikiran konstituen," katanya.

Gus Han pun berharap, persaingan dalam Pilgub Jatim berlangsung secara sehat dengan menonjolkan prestasi serta gagasan maupun program saat kepemimpinannya nanti. "Mari berkompetisi dengan sama-sama percaya diri dengan tidak perlu mencatut sejumlah nama besar yang justru akan mendegradasi value seseorang baik yang sudah almarhum maupun yang sedang aktif mengabdi untuk negeri ini. Rakyat sudah cerdas memilah mana yang berkualitas dan mana yang modal garis ke atas" katanya.

Diketahui sebelumnya Basarah mengatakan, sejak Khofifah tidak lagi menjabat menteri, maka hubungan politiknya dengan Jokowi sudah putus. Sementara, pada Pilgub Jatim 2018, Basarah menegaskan, PDIP sudah meramu paket kampanye termasuk untuk Pilpres 2019. Basarah mengatakan, jika Gus Ipul-Puti dan Jokowi telah menjadi satu paket kampanye.

Editor : Azhar Azis
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Identitas Kerangka Manusia di Bukit Jember, Warga Diduga Depresi usai Cerai dengan Istri

57 tahun lalu

Mayat Terikat Ditemukan dalam Rumah Kosong di Jember, Pelaku Ditangkap Kurang dari 8 Jam

57 tahun lalu

Ngeri! Maling Motor Modus COD di Pasuruan Dihajar Massa hingga Kritis

57 tahun lalu

Kecelakaan di Malang, Motor dan Ambulans Tabrakan di Depan IGD RSSA

57 tahun lalu

Waspada Hipnotis! Lansia di Madiun Kehilangan Perhiasaan dan Uang Jutaan usai Terima Tamu

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal