Wagub Jatim Ungkap Persoalan Bansos, Salah Satunya Data Penerima Tumpang Tindih

Lukman Hakim
Wakil Gubernur Jatim, Emil Dardak. (Foto: Dok iNews.id)

SURABAYA, iNews.id – Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Timur (Jatim) Emil Elestianto Dardak mengungkapkan sejumlah persoalan dalam penyaluran bantuan sosial (bansos). Persoalan ersoalan itu mulai dari data penerima yang berpotensi tumpang tindih dan salah sasaran.

Selain itu, potensi kerumunan dalam penyaluran bansos Covid-19, kualitas bantuan pangan, serta penerapan jalur pengaduan masyarakat untuk mencegah adanya penyimpangan dan pungutan liar (pungli).

Emil mengatakan, berdasarkan proses verifikasi sementara, terdapat jutaan Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang tidak bisa dipadankan atau divalidasi dengan data kependudukan. Dari data ini, maka kemungkinan NIK tersebut invalid. Tanpa NIK yang valid, Pemprov Jatim tidak bisa menentukan nomor KK yang valid. Potensi tumpang tindih KK pun tidak bisa diidentifikasi dengan optimal.

Bahkan, kata Emil, tanpa membenahi NIK yang valid pun, sejauh ini pihaknya sudah menemukan ratusan ribu KK yang berpotensi menerima lebih dari satu jenis bansos dari sumber sama.

“Tentu data ini belum final. Kalau belum kita pastikan ulang dengan masing-masing pemkab dan pemkot,” ujar Emil Dardak, Senin (29/6/2020).

Ketua Rumpun Sosial Ekonomi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim ini mengajak perwakilan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kejaksaan dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk sepakat menerbitkan berita acara rapat koordinasi (rakor) yang digelar beberapa waktu lalu, sebagai dasar pemkab dan pemkot se-Jatim melakukan verifikasi data. “Sehingga nanti tidak ada tumpang tindih data,” katanya.

Sementara Kepala Perwakilan BPKP Jatim, Alexander Ruby mengatakan, berdasarkan uji data NIK, berbagai macam bansos termasuk bansos yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi, berpotensi tumpang tindih. “Memang jika NIK invalid ditindaklanjuti dengan verifikasi dan pemadanan nomor Kartu Keluarga, maka potensi tumpang tindih dalam satu KK juga bisa diidentifikasi,” katanya.

Editor : Maria Christina
Artikel Terkait
11 hari lalu

Hamenang Jadi Tersangka KPK, Mahanni Yulindha Pratiwi Jabat Plt Bupati Klaten

17 hari lalu

Viral Bayi 24 Hari Meninggal Diduga Diberi Telur Mentah, Wagub Jatim Buka Suara

1 bulan lalu

22 Daerah di Jatim Tetapkan Status Darurat Kekeringan, Pemprov Cari Sumber Air Baru

2 bulan lalu

Ratusan Warga di Jombang Dicoret Bansos gegara Dituduh Judol hingga Salah Desil

2 bulan lalu

Kasus Keracunan MBG Meluas di Jatim, Pemprov Tanggung Seluruh Biaya Pengobatan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal