JAKARTA, iNews.id - Gunung Anak Krakatau di Selat Sundaerupsi dengan meluncurkan abu vulkanik setinggi 300 meter, Rabu (26/8/2026) sore WIB.
Berdasarkan laporan petugas pengamatan gunung api Deny Mardiono, erupsi Gunung Anak Krakatau terjadi pukul 15.31 WIB.
Kolom abu hasil letusan teramati berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal. Material vulkanik tersebut bergerak ke arah barat daya dari kawah aktif Gunung Anak Krakatau. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 53 mm dan durasi 26 detik.
"Terjadi erupsi G. Anak Krakatau pada hari Rabu, 26 Agustus 2026, pukul 15:31 WIB dengan tinggi kolom abu teramati ± 300 m di atas puncak (± 457 m di atas permukaan laut)," tulis Badan Geologi.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan sejumlah rekomendasi menyusul aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau. Bagi masyarakat, pengunjung, wisatawan, maupun pendaki diminta meningkatkan kewaspadaan.
PVMBG juga mengimbau agar tidak ada aktivitas di sekitar Gunung Anak Krakatau dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif. Larangan tersebut diberlakukan untuk menghindari potensi bahaya akibat aktivitas vulkanik yang masih berlangsung.