LAMPUNG SELATAN, iNews.id – Material vulkanik berupa pasir yang diduga dari aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau membanjiri pesisir pantai Rajabasa, Lampung Selatan.
Fenomena tersebut sontak menjadi perhatian warga pesisir pantai tersebut. Sebab, baru kali ini material vulkanik Gunung Anak Krakatau yang sudah meletus sejak Mei 2018 lalu memenuhi pantai.
Pantauan iNews, material berupa batu pasir pekat berwarna kemerahan memenuhi sepanjang pesisir dan sungai. Warga berkeyakinan material itu berasal dari aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau. “Baru kali ini ada material pasir. Ini dari Krakatau,” kata Muhammad Yusuf, warga pesisir Rajabasa, Selasa (25/12/2018).
Menurut dia, material vulkanik gunung tersbeut mulai terlihat di sepanjang pesisir pantai pada Senin (24/12/2018) petang atau dua hari setetelah erupsi gunung tersebut yang memicu terjadinya bencana tsunami.
Meski demikian, fenomena munculnya material vulkanik itu tidak membuat khawatir warga karena kondisi gelombang laut hingga saat ini terpantau normal.
Sementara itu, aktivitas Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda hingga saat ini masih terjadi erupsi dan berstatus Waspada. Namun, petugas pengamat di Pos Pemantau Gunung Anak Krakatau di Desa Hargo Pancuran, Kecamatan Rajabasa tidak dapat menedeteksi secara pasti intensitas aktivitas letusan maupun kegempaan tremor karena alat seismograf rusak akibat erupsi.
Dari pengamatan secara visual menggunakan teropong, Gunung Anak Krakatau hingga saat ini masih tertutup debu vulkanik.