Ini Penampakan 2 Senjata Api yang Dijual Brimob Polda ke KKB Papua

Antara
Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw dan Pangdam XVII Cenderawasih Mayjen TNI Herman Asaribab saat berbincang dengan dua tersangka kasus jual beli senjata api. (Foto: Antara).

JAYAPURA, iNews.id - Polisi mengamankan dua pucuk senjata api yang diduga diperjualbelikan oknum anggota Brimob Polda Papua. Jenisnya yakni M16 dan M4.

Kapolda Papua, Irjen Pol Paulus Waterpauw, dua pucuk senjata api ini diduga untuk memperkuat persenjataan KKB. Oknum anggota Brimob Polda Papua, Bripka MJH, membawanya dari Jakarta pada 21 Oktober lalu.

"Senjata api kemudian akan diserahkan ke DC. Namun berhasil kami gagalkan," ujar Kapolda Irjen Pol Waterpauw, di Kota Jayapura, Papua, Kamis (5/11/2020).

Senjata api yang menjadi barang bukti dalam kasus jual beli senjata ke KKB Papua. (Foto: Antara).

Dalam kasus ini, polisi mengamankan tiga tersangka yakni Bripka MJH, DC dan mantan anggota TNI FHS. Dari pengakuan para tersangka, mereka sudah tujuh kali bertransaksi sejak 2017 lalu.

"Bripka MJH membawa senpi berbagai jenis dengan upah berkisar Rp10 juta hingga Rp30 juta per pucuk tergantung jenisnya," ujar dia.

Polisi saat ini masih mengejar satu orang tersangka yang diduga terlibat jual beli senjata api yang dibawa oknum anggota Brimob Polda Papua. Pelaku diketahui merupakan mantan anggota DPRD Intan Jaya.

"Keberadaan SK hingga kini belum diketahui," ujarnya.

Editor : Andi Mohammad Ikhbal
Artikel Terkait
22 jam lalu

Gempa Terkini Magnitudo 5,1 Guncang Jayapura Papua

3 hari lalu

Sakit Hati Dituduh Mencuri, Pria Mabuk di Jayapura Bakar 3 Rumah Warga dan Kosan

3 hari lalu

Gagal Kabur! Jambret Bersenjata Pistol Mainan di Lumajang Nyaris Tewas Diamuk Warga

7 hari lalu

Gempa Terkini Guncang Sentani Papua, Getaran Terasa hingga Jayapura

31 hari lalu

Polda Malut Ungkap Berbagai Senpi Ilegal, Ada dari Filipina untuk Dijual ke KKB di Papua

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal