Pembakaran Pesawat di Intan Jaya, Maskapai SAM Air Larang Penerbangan ke Distrik Rawan

Andi Mohammad Ikhbal
Ilustrasi pesawat terbakar. (Foto: Antara).

JAYAPURA, iNews.id - Maskapai penerbangan melarang pesawat mendarat di daerah-daerah rawan wilayah pedalaman Papua. Kebijakan ini terkait aksi pembakaran pesawat misionaris aviation fellowship (MAF) di Kabupaten Intan Jaya.

Manejer Safety Maskapai PT Semuwa Aviasi Mandiri (SAM) Air, Bambang Gunawan mengatakan, larangan terbang ini dikhususkan ke wilayah-wilayah pelosok seperti  Kampung Bugalapa Distrik Biandoga, Distrik Homeyo dan beberapa tempat lainnya.

"Edaran safety notice hanya berlaku sementara waktu, namun SAM Air belum dapat memastikan kapan dapat kembali terbang ke wilayah-wilayah tersebut," kata Bambang dalam keterangannya, Minggu (17/1/2021).

Kondisi ini mengakibatkan masyarakat di kampung tersebut akan mengalami kesulitan transportasi maupun suplai bahan makanan. Namun bila keamanan sudah dijamin, Maskapai SAM Air akan melayani kembali penerbangan ke wilayah-wilayah tersebut.

"Jika keamanan sudah dijamin oleh negara di wilayah tersebut, SAM Air akan kembali masuk ke daerah yang dimaksud," katanya.

Sedangkan untuk wilayah lainnya yang dijaga oleh aparat keamanan, baik TNI maupun Polri dan pihak bandara, serta memiliki jaminan keamanan, tetap akan dilayani.

Editor : Andi Mohammad Ikhbal
Artikel Terkait
3 hari lalu

Satgas Damai Cartenz Sisir Hutan Intan Jaya, Temukan Honai Simpan Ratusan Selongsong Peluru

26 hari lalu

Kontak Tembak TNI-OPM di Intan Jaya, Pangkogabwilhan III Tegaskan Penegakan Hukum

26 hari lalu

Kronologi Kontak Tembak TNI dan OPM di Intan Jaya, 4 Anggota Kelompok Bersenjata Tewas

26 hari lalu

Mencekam! Kontak Senjata di Intan Jaya, 4 Anggota OPM Tewas Diterjang Peluru TNI

2 bulan lalu

TNI Gerebek Honai di Intan Jaya, Temukan Senjata Rakitan hingga Bendera OPM

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal