TAKALAR, iNews.id – Peristiwa tragis menimpa Nuru Daeng Ngampa (52), warga Desa Balang Tanaya, Kecamatan Polombangkeng Timur, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan. Korban tewas dianiaya secara brutal oleh adik kandung, Rahman (48), menggunakan senjata tajam jenis golok, Minggu (30/8/2026).
Tangis histeris keluarga pecah saat jasad korban tiba di rumah duka usai dinyatakan meninggal dunia di Rumah Sakit Maryam Takalar akibat menderita tujuh luka tusuk dan sabetan di sekujur tubuhnya.
Peristiwa memilukan tersebut bermula saat korban Nuru Daeng Ngampa sedang fokus memandikan cucunya di rumah. Tanpa diduga, pelaku yang diduga mengidap Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) mendadak mengamuk sambil mengacungkan sebilah golok.
Pelaku lantas menyerang dan membacok kakak kandungnya secara bertubi-tubi. Meski korban sudah tidak berdaya, pelaku tega menusuk bagian perut korban hingga pingsan tak sadarkan diri.
Warga yang melihat kejadian tersebut langsung menolong dan melarikan korban ke RS Maryam Takalar. Namun, akibat pendarahan hebat dan luka parah yang dialaminya, nyawa korban tak bisa diselamatkan saat menjalani perawatan intensif.
Petugas Polsek Polombangkeng Utara bersama Unit Reskrim Polres Takalar yang menerima laporan warga langsung mendatangi lokasi untuk menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) serta memeriksa sejumlah saksi mata.
Kapolsek Polombangkeng Utara, Iptu Haris mengatakan, dugaan sementara motif penganiayaan ini disebabkan oleh kondisi gangguan jiwa yang diidap oleh pelaku.