PADANG PARIAMAN, iNews.id - Final sepak bola Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) ke-16 Sumatera Barat antara Kota Sawahlunto dan Kota Payakumbuh diwarnai kericuhan, Rabu (14/10/2026) sore. Sejumlah pemain kedua kesebelasan terlibat baku hantam.
Insiden ini menyebabkan pertandingan di Stadion Utama Sumbar, Sikabu, Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman, terhenti sekitar 15 menit.
Keributan bermula dari pelanggaran pemain Sawahlunto di area kotak penalti Payakumbuh. Insiden tersebut memicu reaksi pemain Payakumbuh hingga terjadi aksi saling serang di lapangan.
Situasi baru mereda setelah aparat keamanan turun tangan. Wasit kemudian mengeluarkan tiga kartu merah, masing-masing untuk satu pemain Sawahlunto dan dua pemain Payakumbuh. Salah satu pemain Payakumbuh yang diusir merupakan pemain cadangan yang ikut terlibat dalam keributan.
Setelah situasi terkendali, pertandingan kembali dilanjutkan hingga selesai. Kota Payakumbuh akhirnya keluar sebagai juara setelah mengalahkan Sawahlunto dengan skor 2-1.
Ketua KONI Sumatera Barat, Hamdanus mengatakan, kericuhan dalam laga final tersebut akan menjadi bahan evaluasi untuk penyelenggaraan Porprov berikutnya. "Ini tentu akan menjadi evaluasi kita," ujar Hamdanus.