Lato-Lato Dilarang di Sekolah, Omzet Pedagang Mainan Langsung Turun

Ahmad Husein Lubis
Lato-Lato Dilarang di Sekolah, Omzet Pedagang Mainan Langsung Turun (Foto: iNews/Ahmad Husein Lubis)

MADINA, iNews.id - Mainan lato-lato di sejumlah sekolah kini mulai dilarang dibawa. Rupanya kebijakan itu berpengaruh pada omzet penjualan mainan.

Dari pantauan iNews, pedagang mainan sampai saat ini masih menjajakan mainan lato-lato. Salah satunya pedagang mainan di depan sekolah di Mandailing Natal (Madina).

Salah satu pedagang, Rudi mengatakan dia sengaja mangkal di depan sekolah untuk menjual lato-lato. Dulu dia bisa menjual 40 buah lato-lato.

Namun, kini dia hanya bisa menjual 20 lato-lato. Turunnya omzet penjualan ini rupanya dampak dari larangan membawa lato-lato ke sekolah.

"Sekarang itu paling 10-20 (terjual) dengan harga Rp10.000. Kalau dulu bisa sampai 40 terjual," kata Rudi, Sabtu (14/1/2023).

Editor : Nani Suherni
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Berisiko Tinggi! Siswa SD di Pandeglang Nekat Lewati Jembatan Ambruk demi Sampai Sekolah

57 tahun lalu

SDN 1 Talunkulon Tulungagung Rusak Diguncang Gempa Magnitudo 5,7

57 tahun lalu

4 Ruang Kelas Ambruk, Siswa SDN Tlagah 2 Bangkalan Terpaksa Belajar di Rumah Warga

57 tahun lalu

Sempat Lumpuh akibat Banjir, SD di Aceh Tamiang Kembali Belajar di Tengah Keterbatasan

57 tahun lalu

Dramatis! Bupati Maros Nyaris Diterjang Banjir Bandang saat Resmikan Sekolah

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal